Tips Menjadi Pengusaha Sukses

Sahabat blogger yang saya cintai, jujur saya tidak bisa menulis banyak. Karena saya yakin sudah banyak diantara kita mengetahui modal utama menjadi orang sukses adalah mimpi. dan banyak sumber berpesan, janganlah hanya bermimpi saja yang tidak pernah dipertajam dengan pekerjaan yang bisa membuat mimpi Anda terwujud. Dan di sini saya ingin berbagi tips menjadi pengusaha sukses yang saya dapatkan dari buku KEWIRAUSAHAAN kelas X SMK diantaranya:


1. Kerja Keras: Semua kegiatan Anda kerjakanlah dengan secara sungguh-sungguh tanpa mengenal lelah atau tidak berhenti sebelum target kerja Anda tercapai dan selalu utamakanlah kepuasan hasil pad setiap kegiatan yang anda lakukan.

2. Disiplin: Anda harus selalu tepat waktu dan tepat janji, sehingga orang lain mempercayai Anda.

3. Realistis: Cara berpikir Anda harus penuh dengan perhitungan dan sesuai dengan kemampuan Anda sehingga gagasan yang anda ajukan bukan ahanya menjadi angan-angan atau mimpi belaka.

4. Mandiri: Anda tidak boleh menggantungkan keputusan akan apa yang Anda lakukan kepada orang lain, sesuatu pekerjaan dilakukan karena kemauan sendiri \ serta tidak merasa besar karena orang lain tetapi karena usaha keras Anda. dan perlu Anda ketahui kalau sikap percaya diri tumbuh dari adanya rasa percaya Anda pada diri sendiri.

5. Prestatif: Saat Anda melakukan sesuatu dengan pikiran bahwa yang akan anda wujudkan memiliki nilai-nilai keunggulan sehingga memperoleh penghargaan dari orang lain, tidak asal jadi bahkan merampas atau meniru hasil karya orang lain.

6. Jujur: Anda harus mau dan mampu mengatakan apa adanya.

Semoga Bermanfaat...

Peran Emosi Dalam Belajar

Bapak,ibu guru di seluruh dunia khususnya para guru yang ada di Indonesia yang saya kagumi. ketahuilah tentang pentingnya suatu peran emosi dalam belajar siswa karena dengan Memperhatikan emosi siswa dapat membantu mempercepat pembelajaran mereka dan memahami emosi mereka juga membuat pelajaran lebih berarti dan permanen. Ingatlah sejenak sewaktu anda di perguruan tinggi dahulu. Ingatkah anda, di kelas mana anda sangat berminat pada mata kuliahnya? Informasi mana yang lebih anda ingat-informasi dari dosen yang anda sukai, atau dosen yang anda tidak sukai? Betul ! Dosen yang anda sukai menciptakan dalam diri anda suatu ikatan emosional terhadap belajar , yang mematri mata kuliah tersebut dalam ingatan anda.

Penelitian otak semakin menunjukkan adanya hubungan antara keterlibatan emosi, memori jangka panjang, dan belajar peneliti dan psikolog kognitif, Dr Daniel Goleman menjelaskan:

Dalam tarian perasaan dan pikiran, kekuatan emosi menentukan keputusan kita saat demi saat, bekerja bahu-membahu dengan pikiran rasional,mengaktifkan atau menonaktifkan – pikiran-pikiran itu sendiri. Boleh dibilang, kita mempunyai dua otak, dua pikiran dan dua jenis kecerdasan: rasional dan emosional. Bagaimana kita berkiprah dalam hidup (dan belajar) di tentukan oleh keduanya- bukan hanya IQ, melainkan kecerdasan emosional juga berperan. Tentu saja intelek tidak dapat bekerja pada puncaknya tanpa kecerdasan emosional (Goleman, 1995, h. 28)

Penelitian menyampaikan kepada kita bahwa tanpa keterlibatan emosi, kegiatan saraf otak itu kurang dari yang di butuhkan untuk “merekatkan” pelajaran dalam ingatan (Goleman, 1995 LeDoux, 1993, MacLean,1990).
Pernahkah anda bertanya-tanya mengapa pelajar menjadi tertutup dan tidak dapat mendengarkan anda, mengapa anda menjadi kalap untuk sementara saat anda marah, atau mengapa ejekan balasan baru terpikir sejam seteklah anda di cemohkan? Kita tahu sekarang, berkat kerja Dr. Paul MacLean, DR joseph LeDoux, dan Dr. Daniel Goleman, bahwa ketika tak menerima ancaman atau tekanan, kapasitas otak untuk berpikir rasional mengecil. Otak “diajak secara emosional” (Goleman, 1995) menjadi mode bertempur-atau-kabur dan beroperasi pada tingkat bertahan hidup. Nketesediaan hubungan dan kegiatan sraf benar-benar berkurang atau sangat mengecil dalam situasi ini, dan otak tidak dapat mengakses Higher Order Thinking Skills (HOTS) Keterampilan berpikir order tinggi. Fenomena ini, dikenal sebagai downshifting, merupakan tanggapan psikologis, dan dapat menghentiakn proses belaajr saat itu dan setelah saat itu (MacLean, 1990). Kemampuan belajar murid anda benar-benar berkurang. Untungnya otak dapat melakukan sebaliknya. Denan tekanan positif atau suportif, dikenal sebagai austress, otak dapat terlihat secara emosional, dan memungkinkan kegiatan saraf maksimal. Mihaly Csikszentmihalyi adalah psikolog dari Universitas Chicago yang dikenal karena penelitiannya dalam mendokumentasikan suatu keadaan flow, yang dia difinisikan sebagai “keadaan dimana seseorang sangat terlibat dalamsebuah kegiatan sehingga hal lain seakan tak berarti lagi” (Csikszentmihalyi, 1990, h. 4). Dia menggambarkan hubungan antara eutress dan flow sebagai berikut:

Orang agaknya dapat berkonsentrasi paling baik saat mereka sedikit lebih di tuntut dari pada biasanya dan mereka dapat memberikan lebih dari biasanya. Jika tuntutan terlalu sedikit, orang akan mejadi bosan. Jika tuntutan terlalu besar untuk diatasi, mereka akan menjadi cemas. Flow terjadi di daerah genting antara kebosanan dan kecemasan (Goleman, 1992).

Psikolog dan peniliti dari Harvard, Howard Gardner, dikenakal telah megembangkan teori kecerdasan berganda, berpendapat mengenai Flow Sebeagai berikut:

Kita harus menggunakan keadaan positif anak untuk menarik mereka kedalam pembelajaran di bidang-bidang di mana mereka dapat mengembangkan kompetensi …Flow adalah keadaan internal yang menandakan bahwa seorang anak tugas yang tepat. Anda harus menemukan sesuatu yang anda sukai, lalu tekunilah. Di sekolah, saat ank merasa bosan, mereka akan berontak dan berulah. Jika mereka di banjiri tantangan, mereka akan mencemaskan pekerjaan sekolah. Tetapi, Anda akan belajar dengan segenap kemampuan jika anda menyukai hal yang anda pelajari dan Anda senang jika terlibat dalam hal tersebut (Gardner, 1995, h. 94).

Kuncinya adalah menbangun ikatan emosional tersebut, yaitu dengan meciptakan kesenangan dalam belajar, menjalin hubungan, dan menyikirkan segala ancaman dari suasana belajar. Seperti sebuah mobil, Anda mnghendaki proses belajar melaju dengan semua slinder, jadi anda mulai dengan gigi pertama (menyingkirkan ancaman) dan berusaha mencapai HOTS dari sana.

Studi-studi menujukkan bahwa siswa lebih banyak belajar jika pelajarannnya memuaskan, menantang, dan ramah serta mereka mempunyai suara dalam pembuatan keputusan. Dengan kondisi seperti it, Para siswa lebih sering ikut serta dalam kegiatan suka rela yang berhubungan dengan bahan pelajaran (Walberg, 199). Hal ini meningkatkan hubungan dan kepercayaan dalam pengajaran. Dengan adanya korelasi langsung antara keterlibatan emosi dan prestasi belajar siswa, keterlibatan emosi kini bukan lagi skedar gagasan muluk yang menyenangkan hati orang.

Di samping memastikan agar siswa lebih banyak belajar dan terlibat, ikatan emosioanal juga sangat mempenagruhi memori dan ingatan mereka akan bahan-bahan yang akan di pelajari. Ilmuwan saraf, Dr.Joseph Ledoux, mengemukakan bahwa amigdala, pusat emosi otak, memainkan peran besar dalam menyimpan memori.

….perangsangan amigdala agaknya lebih kuat mematrikan kejadian dengan perangsangan emosional dalam memori….karena itulah kita lebih mudah mengingat, misalnya kencan pertama kita, atau apa yang sedang kita lakukan saat mendengar berita bahwa pesawat ulang-alik Challenger meledak. Semakin kuat rangsangan amigdala, semakin kuat pula pematrian dalam memori (LeDoux,1994).

Sumber : Buku Quantum Teaching yang di tulis oleh Bobbi DePorter, Mark Reardon,M.S, Sarah Singer-Nourie.

Cara Belajar Yang Efektif

Semua manusia yang masih bisa bernafas itu mempunyai kewajiban yang namanya mencari ilmu dari lahir sampai ke tiang lahat, ilmu yang berguna bagi dirinya dan juga orang lain. supaya hidupnya berguna bagi agama, nusa dan bangsa. Jika kita tidak menyadari akan berharganya suatu ilmu pasti akan ada balasan yang pantas bagi dirinya seperti: di sia-siakan orang lain dan juga tidak dihormati oleh orang karena orang tersebut bodoh. maka dari itu mulailah hargai suatu ilmu walaupun di saat kamu menerima ilmu tersebut tidak ada gunanya atau pernah berfikir, apa gunanya aku mepelajari ini ilmu ini tapi ingatlah suatu saat pasti ilmu yang kamu punya ada manfaatnya dan tidak ada suatu ilmu yang sia-sia jika kamu selalu berfikir positif dan berusaha untuk menjadi yang terbaik, inilah cara untuk belajar yang efektif untuk mencapai keinginan atau cita-cita :
1. Berdo'alah terlebih dahulu sebelum memulai belajar agar saat kita belajar tidak di goda setan dan juga mudah menyerap ilmu yang kita pelajari agar kita mendapat kepuasan dalam belajar.
2. Pilih waktu yang tepat untuk belajar anda
3. Pilih tempat yang tepat dan jangan jangan ada yang banyak hiasan
4. Hindari suara-suara mengganggu
5. Sebelum belajar pelajaran jangan belajar yang membuat pikiran pengap.
6. Belajar harus punya peralatan yang lengkap
7. Membuat resum atau catatan yang penting setelah belajar
Jika diperlukan
8. Membuat soal jawab dengan teman
9. Membuat kelompok teman belajar
Dan juga rutinitas dalam belajar harus di jaga okey
Nah itulah tips dari saya dan ingatlah jangan membiasakan belajar dengan cara yang kurang baik di bawah ini seperti:
1. Belajar sambil ngemil
2. Belajar sambil merkok
3. Belajar sambil mendengarkan musik atau nonton TV
4. Belajar di tempat tidur
Memang bukan perkara mudah untuk meninggalkannya bagi yang sudah terbiasa dan sangat tidak konsen jika meninggalkannya, tapi saya hanya bisa berpesan tetaplah belajar sampai yang halik mencabut nyawa kita. Semoga bisa bermanfaat untuk anda tips ini, karena saya hanya mengamalkan ilmu yang saya miliki dari ibu guru.
{By:Mujib}