Apa Rahasia Allah Memberi Garis Tangan yang Berbeda-Beda?













Dalam aqidah Islam, garis tangan itu tidak ada kaitannya denga nasib dan masa depan seseorang. Kalau ada orang yang mengaku bisa membacanya, ketahuilah bahwa orang itu sedang melakukan dusta, namun dibantu oleh syetan yang terkutuk.

Membaca garis tangan sebenarnya bagian dari tindakan syirik, yaitu meramal nasib. Dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah ‘arrafah. Perbuatan seperti ini secara aqidah tidak akan pernah dibenarkan, lantaran nasib dan taqdir setiap orang hanya ada di sisi Allah. Tidak ada seorang pun yang mengetahuinya, karena semua itu hal ghaib serta menjadi rahasia Yang Maha Kuasa.

Tapi mungkin anda bertanya, mengapa terkadang ramalan-ramalan itu benar seusai dengan kejadiannya?

Hal seperti itu bisa diterangkan demikian, yaitu syetan yang terkutuk itu datang ke langit untuk mencuri dengar tentang perintah-perintah Allah atas apa yang akan terjadi. Namun syetan tidak pernah bisa melakukannya, mereka hanya langsung dilempar dengan api yang panas. Akibatnya, mereka tidak pernah mendapat informasi yang valid, kecuali menduga-duga atau hanya sepotong-sepotong.

وَلَقَدْ جَعَلْنَا فِي السَّمَاء بُرُوجًا وَزَيَّنَّاهَا لِلنَّاظِرِينَ وَحَفِظْنَاهَا مِن كُلِّ شَيْطَانٍ رَّجِيمٍ إِلاَّ مَنِ اسْتَرَقَ السَّمْعَ فَأَتْبَعَهُ شِهَابٌ مُّبِينٌ

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan gugusan bintang-bintang (di langit) dan Kami telah menghiasi langit itu bagi orang-orang yang memandang (nya),dan Kami menjaganya dari tiap-tiap setan yang terkutuk,kecuali setan yang mencuri-curi (berita) yang dapat didengar (dari malaikat) lalu dia dikejar oleh semburan api yang terang. (QS. Al-Hijr: 16-18)

Tapi kemudian asumsi versi syetan itu kemudian ‘dijual’ kepada dukun ramal. Tentunya tidak gratis, harus ada kompensasinya. Bentuknya pasti bukan uang karena syetan tidak makan uang. Syetan hanya minta satu hal, yaitu menemaninya di dalam neraka untuk sama-sama diazab.

Sebab syetan sudah dipastikan masuk neraka. Tidak ada hal yang bisa meringankannya, kecuali mencari teman yang bisa diajak senasib, sama-sama dibakar di dalam neraka.

Para dukun ramal ini tentu saja ditugaskan oleh syetan untuk menjadi agen pemasaran yang potensial. Maka beragam trik penipuan dilakukan, salah satunya adalah jasa membaca garis tangan. Orang awam yang tidak punya pemahamana aqidah yang lurus sudah bisa dipastikan akan jadi korbannya. Padahal boleh jadi berawal dari iseng-iseng, tapi sesungguhnya dari sudt pandang aqidah sangat vatal.

Sebab ramalan masa depan itu adalah salah satu pintu dari pintu-pintu syirik. Sementara dosa syirik itu kalau sampai terbawa mati tanpa semat bertaubat sebelumnya, tidak akan diampuni di akhirat.

إِنَّ اللّهَ لاَ يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَاء وَمَن يُشْرِكْ بِاللّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. (QS. An-Nisa: 48)

Karena itu sebaiknya anda hindari bermain-main dengan masalah membaca garis tangan, sebab resikonya sungguh tidak main-main.

Semoga Bermanfaat.


Sumber : http://jailangkung.wordpress.com/2008/02/19/apa-rahasia-allah-memberi-garis-tangan-yang-berbeda-beda/

Thaharah "Kebersihan"


Pengertian Thaharah
Thaharah atau bersuci adalah membersihkan diri dari hadats, kotoran, dan najis dengan cara yang telah ditentukan, Firman Allah swt. Dalam surat Al-Baqarah:222
 إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.

Macam – macam Thaharah
Thahharah terbagi dalam 2 bagian :
1. Suci dari hadats ialah bersuci dari hadats kecil yang dilakukan dengan wudhu atau tayamum, dan bersuci dari hadats besar yang dilakukan dengan mandi.
2. Suci dari najis ialah membersihkan badan, pakaian dan tempat dengan menghilangkan najis dengan air.

Macam – macam najis dibagi 3 :
1. Najis mughallazhah (berat/besar), yaitu najis yang disebabkan sentuhan atau jilatan anjing dan babi. Cara menyucikannya ialah dibasuh 7x dengan air dan salah satunya dengan tanah.
2. Najis mukhaffafah (ringan), yaitu najis air seni anak laki – laki yang belum makan atau minum apa – apa selain ASI. Cara menyucikannya dipercikkan air sedangkan air seni anak perempuan harus dibasuh dengan air yang mengalir hingga hilang zat atau sifatnya.
3. Najis mutawassithah (pertengahan), yaitu najis yang ditimbulkan dari air kencing, kotoran manusia, darah,dan nanah. Cara menyucikkannya dibasuh dengan air di tempat yang terkena najis sampai hilang warna, rasa, dan baunya.

Macam – macam Hadats dibagi 2 :
1. Hadats besar ialah keadaan seseorang tidak suci dan supaya ia menjadi suci, maka ia harus mandi atau jika tidak ada air dengan tayamum. Hal – hal yang menyebabkan seseorang berhadats besar ialah :

a. Bersetubuh baik keluar mani ataupun tidak
b. Keluar mani, baik karena bermimpi atu sebab lain
c. Meninggal dunia
d. Haid, nifas dan wiladah

2. Hadats kecil adalah keadaan seseorang tidak suci dan supaya ia menjadi suci maka ia harus wudhu atau jika tidak ada air dengan tayamum. Hal – hal yang menyebabkan seseorang berhadats kecil ialah :

a. Karena keluar sesuatu dari dua lubang yaitu qubul dan dubur
b. Karena hilang akalnya disebabkan mabuk, gila atau sebab lain seperti tidur
c. Karena persentuhan antara kulit laki – laki dan perempuan yang bukan mahramnya tanpa batas yang menghalanginya Karena menyentuh kemaluan
Perbedaan antara hadats,kotoran, dan najis
Hadats dan najis merupakan sesuatu yang menghalangi seseorang untuk melaksanakan ibadah tertentu seperti shalat. Hadats berbeda dengan najis karena hadats berarti keadaan dan bukan suatu benda atau zat tertentu sedangkan najis berarti benda atau zat tertentu dan bukan suatu keadaan. Adapun kotoran memiliki makna yang lebih umum dari najis, sebab meliputi pula sesuatu yang kotor namun tidak menghalangi seseorang melakukan ibadah, contohnya tanah, debu dan lain - lain.

Pengertian Wudhu
Wudhu menurut bahasa artinya bersih dan indah sedang menurut syara’ artinya membersihkan anggota wudlu untuk menghilangkan hadas kecil.

Syarat Wudhu
 Islam
 Mumayiz (dapat membedakan baik buruknya sesuatu pekerjaan).
 Tidak berhadas besar.
 Dengan air yang suci dan menyucikan.
 Tidak ada yang menghalangi sampainya air ke kulit seperti getah dsb yang melekat di atas kulit anggota wudhu.

Rukun Wudhu
 Niat.
 Membasuh seluruh muka.
 Membasuh kedua tangan sampai ke siku.
 Menyapu sebagian kepala.
 Membasuh dua telapak kaki sampai kedua mata kaki.
 Menertibkan rukun-rukun diatas.

Sunnah Wudhu
 Membaca basmalah pada permulaan wudhu.
 Membasuh kedua telapak tangan sampai pergelangan.
 Berkumur-kumur.
 Membasuh lubang hidung sebelum berniat.
 Menyapu seluruh kepala dengan air.
 Mendahulukan anggota kanan dari pada kiri.
 Menyapu kedua telinga luar dan dalam.
 Meniga kalikan membasuh.
 Menyela-nyela jari-jari tangan dan kaki.
 Membaca doa sesudah wudhu.

Yang Membatalkan Wudhu
 Keluar sesuatu dari qubul dan dubur.
 Hilang akal sebab gila, pingsan, mabuk, dan tidur nyenyak.
 Tersentuh kulit antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrimnya dengan tidak
memakai tutup.
 Tersentuh kemaluan dengan telapak tangan atau jari-jari yang tidak memakai tutup.
Cara Berwudhu
• Membaca basmalah, sambil mencuci kedua belah tangan sampai pergelangan tangan sampai bersih.
• Berkumur-kumur tiga kali sambil membersihkan gigi.
• Mencuci lubang hidung tiga kali.
• Mencuci muka tiga kali.
• Mencuci kedua belah tangan hingga siku-siku tiga kali.
• Menyapu sebagian rambut kepala tiga kali.
• Menyapu kedua belah telinga tiga kali.
• Mencuci kedua belah kaki tiga kali sampai mata kaki.

Pengertian Tayamum
Tayamum ialah mengusap muka dan dua belah tangan dengan debu yang suci. Tayamum adalah pengganti wudlu dan mandi dengan syarat-syarat tertentu

Syarat Tayamum
 Tidak ada air dan telah berusaha mencarinya tetapi tidak bertemu.
 Berhalangan menggunakan air misalnya; karena sakit yang apabila menggunakan air akan kambuh sakitnya.
 Telah masuk waktu shalat.
 Dengan debu yang suci.
Rukun Tayamum
 Niat نو يت التيمم لا ستبا حة الصلا ة فر ضا لله تعا لى
Artinya: “saya berniat tayamum untuk diperbolehkan shalat karena allah ta’ala”
 Mengusapkan muka dengan debu tanah dengan dua kali usapan.
 Mengusap dua belah tangan hingga siku dengan debu tanah dua kali.
 Memindahkan debu kepada anggota yang diusapkan.
 Tertib.

SunahTayamum
 Membaca basmalah.
 Mendahulukan anggota kanan dari pada kiri.
 Menepiskan debu

Yang Membatalkan Tayamum
 Segala yang membatalkan wudhu.
 Melihat air sebelum shalat kecuali yang bertayamum karena sakit.
 Murtad.

Pengertian mandi jinabah
وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا
Artinya : “dan jika kamu junub maka mandilah”
Mandi Jinabah adalah mandi dikarenakan keadaan junub yaitu disebabkan hal-hal berikut :
 Bersetubuh, baik keluar mani ataupun tidak.
 Keluar mani, baik keluarnya karena bermimpi ataupun sebab lain dengan sengaja atau tidak; dengan perbuatan sendiri atau bukan.
 Mati; dan matinya itu bukan mati syahid.
 Karena selesai nifas.
 Karena wiladah.
 Karena selesai haid.
Rukun mandi
 Niat نو يت الغسل لر فع الحدث الا كبر فر ضا لله تعا لى
 Artinya : “saya berniat mandi untuk menghilangkan hadats besar karena allah ta’ala
 Membasuh seluruh badan dengan air yakni meratakan air kesemua rambut dan kulit.
 Menghilangkan najis.
Sunnah mandi
 Mendahulukan membasuh segala kotoran dan najis dari seluruh badan.
 Membaca basmalah pada permulaan mandi.
 Menghadap kiblat sewaktu mandi dan mendahulukan bagian kanan dari pada kiri.
 Membasuh badan sampai tiga kali.
 Membaca do’a sebagaimana membaca do’a sesudah berwudlu.
 Mendahulukan mengambil air wudlu yakni sebelum mandi; disunahkan berwudlu lebih dahulu.
Larangan bagi yang haid
 Bersenang-senang dengan apa yang antara pusar dan lutut.
 Berpuasa baik sunah maupun wajib.
 Dijatuhi thalak (cerai).
 Melakukan tawaf di Baitullah

Sumber : http://www.aliciakomputer.co.cc/2009/10/pengertian-thaharah.html

Ilmu Fiqih


I.Pengertian Ilmu Fiqih

Firman Allah dalam QS At Taubah [9] : 123;
“Maka apakah tidak lebih baik dari tiap-tiap kelompok segolongan manusia untuk ber “tafaqquh” (memahami fiqih) dalam urusan agama dan untuk memberi peringatan kaumnya bila mereka kembali; mudah-mudahan kaumnya dapat berhati-hati (menjaga batas perintah dan larangan Allah).”

Hadits Nabi :
“Barangsiapa dikehendaki oleh Allah akan diberikannya kebajikan dan keutamaan, niscaya diberikan kepadanya “ke-faqih-an” (memahami fiqih) dalam urusan agama.” (HR. Bukhari-Muslim).

Ilmu fiqih adalah ilmu untuk mengetahui hukum Allah yang berhubungan dengan segala amaliah mukallaf baik yang wajib, sunah, mubah, makruh atau haram yang digali dari dalil-dalil yang jelas (tafshili).

Produk ilmu fiqih adalah “fiqih”. Sedangkan kaidah-kaidah istinbath (mengeluarkan) hukum dari sumbernya dipelajari dalam ilmu “Ushul Fiqih”.


II. Perkembangan Ilmu Fiqih

A.Masa Nabi
Nabi Muhammad SAW adalah seorang Rasul yang makshum (terpelihara dari dosa dan kesalahan). Beliau menerima wahyu dari Allah serta semua perbuatan, ucapan, taqrir dan himmahnya adalah kebenaran yang menjadi hukum dan diikuti oleh umatnya.
Dalam masa Nabi wahyu Al-Qur’an masih terus turun susul-menyusul. Wahyu yang turun kadang-kadang merupakan jawaban atau solusi masalah yang sedang terjadi pada diri Nabi dan para sahabatnya.
Dalam urusan duniawi, peperangan, siasat politik, muamalah dan yang semacamnya kadang Nabi juga bermusyawarah dengan para sahabat, terkadang juga Nabi menerima usulan dan masukan dari para sahabat, bahkan kadang Nabi meninggalkan pendapatnya sendiri.
Pada peristiwa perang Badar, Rasulullah memerintahkan pasukan Islam untuk mengambil posisi di suatu tempat, tetapi perintah Nabi itu disanggah oleh salah seorang sahabat yang mengusulkan agar pasukan kaum Muslimin mengambil posisi didepan sumber mata air dan ternnyata usulan itu diterima dan dilaksanakan oleh Nabi.
Beberapa penduduk Madinah ada yang berusaha mengawinkan pohon kurma untuk memperoleh buah yang lebih banyak. Melihat itu Nabi melarang mereka mengawinkan serbuk sari pohon kurma, maka penduduk Madinah mentaati larangan Rasulullah tersebut. Ternyata pada tahun itu pohon-pohon kurma tidak menghasilkan buah. Lalu Nabi mengijinkan lagi mengawinkan serbuk sari pohon kurma, seraya bersabda
“Kamu lebih mengetahui urusan duniamu”.
Pada waktu perang Khaibar para sahabat menyalakan api dibawah periuk. Melihat itu kemudian Nabi bertanya : “Apa yang sedang kalian masak dalam periuk itu ? “ Sahabat menjawab : “Daging keledai jinak”. Nabi kemudian berkata : “Buang isi perikuk itu dan pecahkan periuknya”. Salah seorang sahabat berdiri dan berkata : “Bagaimana kalau kami membuang isinya dan kami mencuci periuknya ?” Nabi menjawab : “Seperti itupun boleh”.
Jadi dalam hal-hal yang bukan merupakan esensi pokok-pokok syariat agama, keputusan Nabi tidaklah otoriter, masih mempertimbangkan musyawarah dan kemaslahatan.
Para sahabat Nabi terkadang juga melakukan perbuatan “ijtihad pribadi” maka tindakan mereka itu ada yang disetujui Nabi, disalahkan kemudian Nabi memberitahukan yang benar atau Nabi memberi komentar terhadap ijtihad para sahabatnya. Terkadang diantara para sahabat Nabi terjadi perbedaan pendapat mengenai suatu masalah, maka merekapun datang kepada Nabi dan menanyakan masalah tersebut maka Nabi memberitahukan hukumnya. Contohnya adalah sebagai berikut :
Maaf kita tak bisa tampilkan di karenakan too long silahkan Download ads

Ilmu Akhlak (Tingkah laku, Budi pekerti, Tabiat atau perangai)


A. Pengertian Ilmu Akhlak
Kata “Akhlak” berasal dari bahasa Arab, jamak dari khuluqun (خُلُقٌ) yang menurut bahasa berarti budi pekerti, perangai, tingkah laku atau tabiat.
Kata tersebut mengandung segi-segi persesuaian dengan perkataan khalqun (جَلْقٌ) yang berarti kejadian, yang juga erat hubungannya dengan khaliq (جَالِقٌ) yang berarti sang pencipta, demikian pula dengan mkhluqun (مَجْلُوْقٌ) yng berarti yang diciptakan.
Kata akhlak adalah jamak dari kata khalqun atau khuluqun yang artinya sama dengan arti akhlak sebagaimana telah disebutkan di atas. Baik kata akhlak atau pun khuluk kedua-duanya dijumpai pemakaiannya baik dalam Al Qur’an maupun Al Hadits, sebagai berikut:
وَ اِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيْمٍ ( القلم : 4 )
Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung. (QS. Al Qalam: 4)
اَكْمَلُ اْلمُؤْمِنِيْنَ اِيْمَانًا وَ اَحْسَنُهُمْ خُلُقًا (رواه الترمذى)
Orang mukmin yang paling sempurna keimanannya adalah orang yang sempurna budi pekertinya. (HR. Tirmidzi)
Ilmu akhlak adalah ilmu yang membahas tentang perbuatan-perbuatan manusia, kemudian menetapkannya apakah perbuatan tersebut tergolong perbuatan yang baik atau perbuatan yang buruk. Ilmu akhlak dapat pula disebut sebagai ilmu yang berisi pembahasan dalam upaya mengenal tingkah laku manusia, kemudian memberikan nilai atau hukum kepada perbuatan tersebut, yaitu apakah perbuatan tersebut tergolong baik atau buruk. Dalam pengertian yang hampir sama dengan kesimpulan di atas, Dr. M Abdullah Dirroz, mengemukakan definisi akhlak sebagai berikut:
“Akhlak adalah suatu kekuatan dalam kehendak yang mantap, kekuatan dan kehendak mana berkombinasi membawa kecenderungan pada pemilihan pihak yang benar (dalam hal akhlak yang baik) atau pihak yang jahat (dalam hal akhlak yang jahat).”
Selanjutnya menurut Abdullah Dirroz, perbuatan-perbuatan manusia dapat dianggap sebagai manifestasi dari akhlaknya, apabila dipenuhi dua syarat, yaitu:
1. Perbuatan-perbuatan itu dilakukan berulang kali dalam bentuk yang sama, sehingga menjadi kebiasaan.
2. Perbuatan-perbuatan itu dilakukan karena dorongan emosi-emosi jiwanya, bukan karena adanya tekanan-tekanan yang datang dari luar seperti paksaan dari orang lain sehingga menimbulkan ketakutan, atau bujukan dengan harapan-harapan yang indah-indah dan lain sebagainya.
Keseluruhan definisi akhlak tersebut di atas tampak tidak ada yang bertentangan, melainkan memiliki satu kemiripan antara satu dengan lainnya. Definisi-definisi akhlak tersebut secara substansial tampak saling melengkapi, dan darinya kita dapat melihat lima ciri yang terdapat dalam perbuatan akhlak, yaitu:
1. Pebuatan akhlak adalah perbuatan yang telah tertanam kuat dalam jiwa seseorang, sehingga telah menjadi kepribadiannya.
2. Perbuatan akhlak adalah perbuatan yang dilakukan dengan mudah dan tanpa pemikiran.
3. Bahwa perbuatan akhlak adalah perbuatan yang timbul dari dalam diri orang yang mengerjakannya, tanpa ada paksaan atau tekanan dari luar.
4. Bahwa perbuatan akhlak adalah perbuatan yang dilakukan dengan sesungguhnya, bukan main-main atau karena bersandiwara.
5. Sejalan dengan ciri yang keempat, perbuatan akhlak (khususnya akhlak yang baik) adalah perbuatan yang dilakukan karena ikhlas semata-mata karena Allah, bukan karena ingin dipuji orang atau karena ingin mendapatkan suatu pujian.
Dalam perkembangan selanjutnya akhlak tumbuh menjadi suatu ilmu yang berdiri sendiri, yaitu ilmu yang memiliki ruang lingkup pokok bahasan, tujuan, rujukan , aliran dan para tokoh yang mengembangkannya. Kesemua aspek yang terkandung dalam akhlak ini kemudian membentuk satu kesatuan yang saling berhubungan dan membentuk suatu ilmu.
Ma’arif ilmu akhlak adalah:
اْلعِلْمُ بِالْفَضَائِلِ وَ كَيْفِيَةِ اِقْتِنَائِهَا لِتَتَعَلَّى اْلنَفْسُ بِهَا وَ بِالرَّذَائِلِ وَكَيْفِيَةِ تَوْقِيْهَا لِتَتَغَلَّى
Ilmu tentang keutamaan-keutamaan dan cara mengikutinya hingga terisi dengannya dan tentang keburukan dan cara menghindarinya hingga jiwa kosong dari padanya.
Di dalam Mu’jam al-Wasith disebutkan bahwa ilmu akhlak adalah:
اْلعِلْمُ مَوْضُوْعُهُ اَحْكَامٌ تَتَعَلَّقُ بِهِ اْلأَعْمَالُ الَّتِى تُوْصَفُ بِاْلحَسَنِ وَ اْلقُبْحِ
Ilmu yang objek pembahasannya adalah tentang nilai-nilai yang berkaitan dengan perbuatan manusia yang dapat disifatkan dengan baik atau buruk.
Selain itu ada pula pendapat yang mengatakan bahwa ilmu akhlak adalah ilmu tentang tata krama.
B. Ruang Lingkup Pembahasan Ilmu Akhlak
Ilmu akhlak adalah ilmu yang membahas tentang perbuatan-perbuatan manusia, kemudian menetapkannya apakah perbuatan tersebut tergolong perbuatan yang baik atau perbuatan yang buruk. Ilmu akhlak dapat pula disebut sebagai ilmu yang berisi pembahasan dalam upaya mengenal tingkah laku manusia, kemudian memberikan nilai atau hukum kepada perbuatan tersebut, yaitu apakah perbuatan tersebut tergolong baik atau buruk.
Dengan demikian objek pembahasan ilmu akhlak berkaitan dengan norma atau penilaian terhadap suatu perbuatan yang dilakukan seseorang. Perbuatan tersebut selanjutnya ditentukan kriterianya apakah baik atau buruk. Dalam hubungan ini Ahmad Amin mengatakan sebagai berikut:
Bahwa objek ilmu akhlak adalah membahas perbuatan manusia yang selanjutnya perbuatan tersebut ditentukan baik atau buruk.
Dengan demikian terdapat akhlak yang bersifat perorangan dan akhlak yang bersifat kolektif.
Jadi yang dijadikan objek kajian Ilmu Akhlak di sini adalah perbuatan yang memiliki ciri-ciri sebagaimana disebutkan di atas, yaitu perbuatan yang dilakukan atas kehendak dan kemauan. Sebenarnya, mendarah daging dan telah dilakukan secara terus-menerus sehingga mentradisi dalam kehidupannya. Perbuatan atau tingkah laku yang tidak memiliki ciri-ciri tersebut tidak dapat disebut sebagai perbuatan yang dijadikan garapan Ilmu Akhlak, dan tidak pula termasuk ke dalam perbuatan akhlaki.
Dengan demikian perbuatan yang bersifat alami, dan perbuatan yang dilakukan dengan tidak senganja, atau khilaf tidak termasuk perbuatan akhlaki, karena dilakukan tidak atas dasar pilihan. Hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah SAW yang berbunyi:
اِنَّ اللهَ تَعَالَى تَخَاوَرَّ لِى وَ عَنْ أُمَّتِى اْلخَطَأَ وَ النِّسْيَانَ وَ مَا اسْتُكْرِهُوْا عَلَيْهِ ( رواه ابن المخة عن ابى الزار )
Bahwasanya Allah memaafkanku dan ummatku yang berbuat salah, lupa dan dipaksa. ( HR. Ibnu Majah dari Abi Zar )
Dengan memperhatikan keterangan tersebut di atas kita dapat memahami bahwa yang dimaksud dengan Ilmu Akhlak adalah ilmu yang mengkaji suatu perbuatan yang dilakukan oleh manusia yang dalam keadaan sadar, kemauan sendiri, tidak terpaksa dan sungguh-sungguh, bukan perbuatan yang pura-pura. Perbuatan-perbuatan yang demikian selanjutnya diberi nilai baik atau buruk. Untuk menilai apakah perbuatan itu baik atau buruk diperlukan pula tolak ukur, yang baik atau buruk menurut siapa, dan apa ukurannya.
Imam Al-Ghazali membagi tingkatan keburukan akhlak menjadi empat macam, yaitu:
1. Keburukan akhlak yang timbul karena ketidaksanggupan seseorang mengendalikan nafsunya, sehingga pelakunya disebut al-jahil ( الخاهل ).
2. Perbuatan yang diketahui keburukannya, tetapi ia tidak bisa meninggalkannya karena nafsunya sudah menguasai dirinya, sehingga pelakunya disebut al-jahil al-dhollu ( الجاهل الضّالّ ).
3. Keburukan akhlak yang dilakukan oleh seseorang, karena pengertian baik baginya sudah kabur, sehingga perbuatan buruklah yang dianggapnya baik. Maka pelakunya disebut al-jahil al-dhollu al-fasiq ( الجاهل الضّالّ الفاسق ).
4. Perbuatan buruk yang sangat berbahaya terhadap masyarakat pada umumnya, sedangkan tidak terdapat tanda-tanda kesadaran bagi pelakunya, kecuali hanya kekhawatiran akan menimbulkan pengorbanan yang lebih hebat lagi. Orang yang melakukannya disebut al-jahil al-dhollu al-fasiq al-syarir ( الجاهل الضّالّ الفاسق الشّرير ).
Menurut Imam Al-Ghazali, tingkatan keburukan akhlak yang pertama, kedua dan ketiga masih bisa dididik dengan baik, sedangkan tingkatan keempat sama sekali tidak bisa dipulihkan kembali. Karena itu, agama Islam membolehkannya untuk memberikan hukuman mati bagi pelakunya, agar tidak meresahkan masyarakat umum. Sebab kalu dibiarkan hidup, besar kemungkinannya akan melakukan lagi hal-hal yang mengorbankan orang banyak.
Banyak sekali petunjuk dalam agama yang dapat dijadikan sarana untuk memperbaiki akhlak manusia, antara lain anjuran untuk selalu bertobat, bersabar, bersyukur, bertawakal, mencintai orang lain, mengasihani serta menolongnya. Anjuran-anjuran itu sering didapatkan dalam ayat-ayat akhlak, sebagai nasihat bagi orang-orang yang sering melakukan perbuatan buruk.
C. Manfaat Mempelajari Ilmu Akhlak
Berkenaan dengan manfaat mempelajari Ilmu Akhlak ini, Ahmad Amin mengatakan sebagai berikut:
Tujuan mempelajari Ilmu Akhlak dan permasalahannya menyebabkan kita dapat menetapkan sebagian perbuatan lainnya sebagai yang baik dan sebagian perbuatan lainnya sebagai yang buruk. Bersikap adil termasuk baik, sedangkan berbuat zalim termasuk perbuatan buruk, membayar hutang kepada pemiliknya termasuk perbuatan baik, sedangkan mengingkari hutang termasuk perbuatan buruk.
Selanjutnya Mustafa Zahri mengatakan bahwa tujuan perbaikan akhlak itu, ialah untuk membersihkan kalbu dari kotoran hawa nafsu dan amarah sehingga hati menjadi bersih.

Aqidah Ilamiyah Dan Keistimewaannya

Oleh: Fadhilatus Syaikh Muhammad Ibrahim al-Hamd

Definisi Aqidah Menurut Bahasa

Kata “aqidah” diambil dari kata al-‘aqdu, yakni ikatan dan tarikan yang kuat. Ia juga berarti pemantapan, penetapan, kait-mengait, tempel-menempel, dan penguatan.

Perjanjian dan penegasan sumpah juga disebut ‘aqdu. Jual-beli pun disebut ‘aqdu, karena ada keterikatan antara penjual dan pembeli dengan ‘aqdu (transaksi) yang mengikat. Termasuk juga sebutan ‘aqdu untuk kedua ujung baju, karena keduanya saling terikat. Juga termasuk sebutan ‘aqdu untuk ikatan kain sarung, karena diikat dengan mantap.1


Definisi Aqidah Menurut Istilah Umum

Istilah “aqidah” di dalam istilah umum dipakai untuk menyebut keputusan pikiran yang mantap, benar maupun salah.

Jika keputusan pikiran yang mantap itu benar, maka itulah yang disebut aqidah yang benar, seperti keyakinan umat Islam tentang ke-Esa-an Allah. Dan jika salah, maka itulah yang disebut aqidah yang batil, seperti keyakinan umat Nashrani bahwa Allah adalah salah satu dari tiga oknum tuhan (trinitas).

Istilah “aqidah” juga digunakan untuk menyebut kepercayaan yang mantap dan keputusan tegas yang tidak bisa dihinggapi kebimbangan. Yaitu apa-apa yang dipercayai oleh seseorang, diikat kuat oleh sanubarinya, dan dijadikannya sebagai madzhab atau agama yang dianutnya, tanpa melihat benar atau tidaknya.2



Aqidah Islam.

Yaitu, kepercayaan yang mantap kepada Allah, para Malaikat-Nya, kitab-kitab suci-Nya, para Rasul-Nya, hari Akhir, qadar yang baik dan yang buruk, serta seluruh muatan Al-Qur’an Al-Karim dan As-Sunnah Ash-Shahihah berupa pokok-pokok agama, perintah-perintah dan berita-beritanya, serta apa saja yang disepakati oleh generasi Salafush Shalih (ijma’), dan kepasrahan total kepada Allah Ta’ala dalam hal keputusan hukum, perintah, takdir, maupun syara’, serta ketundukan kepada Rasulullah  dengan cara mematuhinya, menerima keputusan hukumnya dan mengikutinya.3


Topik-Topik Ilmu Aqidah.

Dengan pengertian menurut Ahli Sunnah wal Jama’ah di atas, maka “aqidah” adalah sebutan bagi sebuah disiplin ilmu yang dipelajari dan meliputi aspek-aspek tauhid, iman, Islam, perkara-perkara ghaib, nubuwwat (kenabian), takdir, berita (kisah-kisah), pokok-pokok hukum yang qath’iy (pasti), dan masalah-masalah aqidah yang disepakati oleh generasi Salafush Shalih, wala’ (loyalitas) dan bara’ (berlepas diri), serta hal-hal yang wajib dilakukan terhadap para sahabat dan ummul mukminin (istri-istri Rasulullah ).

Dan termasuk di dalamnya adalah penolakan terhadap orang-orang kafir, para Ahli bid’ah, orang-orang yang suka mengikuti hawa nafsu, dan seluruh agama, golongan, ataupun madzhab yang merusak, aliran yang sesat, serta sikap terhadap mereka, dan pokok-pokok bahasan aqidah lainnya.4



Nama-Nama Ilmu Aqidah

Pertama: Nama-Nama Ilmu Aqidah Menurut Ahli Sunnah wal Jama’ah5

Ilmu aqidah menurut Ahli Sunnah wal Jama’ah memiliki beberapa nama dan sebutan yang menunjukkan pengertian yang sama. Antara lain:

Aqidah, I’tiqad, dan Aqo’id.

Maka disebut Aqidah Salaf, Aqidah Ahli Sunnah wal Jama’ah, dan Aqidah Ahli Hadis.

Kitab-kitab yang menyebutkan nama ini adalah :

1.

Syarh Ushul I’tiqad Ahli Sunnah wal Jama’ah karya Al-Lalika’iy (wafat:418 H)
2.

Aqidah As-Salaf Ashab Al-Hadits karya Ash-Shobuni (wafat:449 H)
3.

Al-I’tiqad karya Al-Baihaqi (wafat:458 H).

Tauhid.

Kata “tauhid” adalah bentuk mashdar dari kata wahhada – yuwahhidu – tauhiid. Artinya: menjadikan sesuatu menjadi satu. Jadi “tauhid” menurut bahasa adalah memutuskan bahwa sesuatu itu satu. Menurut istilah, “tauhid” berarti meng-Esa-kan Allah dan menunggalkan-Nya sebagai satu-satunya Dzat pemilik rububiyah, uluhiyah, asma’, dan sifat.Ilmu Aqidah disebut Tauhid karena tauhid adalah pembahasan utamanya, sebagai bentuk generalisasi.

Kitab-kitab aqidah yang menyebut nama ini adalah kitab :

1.

At-Tauhid min Shahih Al-Bukhari yang terdapat di dalam Al-Jami’ Ash-Shahih karya Imam Bukhari (wafat: 256 H)
2.

I’tiqad At-Tauhid karya Abu Abdillah Muhammad Khafif (wafat: 371 H)
3.

At-Tauhid wa Ma’rifat Asma’ Allah wa Shifatihi ‘Ala Al-Ittifaq wa At-Tafarrud karya Ibnu Mandah (wafat: 395 H)
4.

At-Tauhid karya Imam Muhammad bin Abdul Wahhab (wafat: 1206 H).
5.

At-Tauhid karya Ibnu Khuzaimah.6


Sunnah.

Kata As-Sunnah di dalam bahasa Arab berarti cara dan jalan hidup.

Sedangkan di dalam pemahaman syara’, istilah As-Sunnah dipakai untuk menyebut beberapa pengertian menurut masing-masing penggunaannya. Ia dipakai untuk menyebut Hadis, mubah, dan sebagainya.

Alasan penyebutan Ilmu Aqidah dengan Sunnah adalah karena para penganutnya mengikuti Sunnah Nabi  dan sahabat-sahabatnya. Kemudian sebutan itu menjadi syiar (simbol) bagi Ahli Sunnah. Sehingga dikatakan bahwa Sunnah adalah antonim (lawan kata) bid’ah. Juga dikatakan: Ahli Sunnah dan Syi’ah.

Demikianlah. Banyak ulama menulis kitab-kitab tentang Ilmu Aqidah dengan judul “Kitab As-Sunnah”. Di antaranya:

1.

Kitab As-Sunnah karya Imam Ahmad bin Hambal (wafat:241 H)
2.

As-Sunnah karya Al-Atsram (wafat:273 H)
3.

As-Sunnah karya Abu Daud (wafat:275 H)
4.

As-Sunnah karya Abu Ashim (wafat:287 H)
5.

As-Sunnah karya Abdullah bin Ahmad bin Hambal (wafat:290 H)
6.

As-Sunnah karya Al-Khallal (wafat:311 H)
7.

As-Sunnah karya Al-Assal (wafat:349 H)
8.

Syarh As-Sunnah karya Ibnu Abi Zamnin (wafat:399 H)

Syari’ah.

Syari’ah dan Syir’ah adalah agama yang ditetapkan dan diperintahkan oleh Allah, seperti puasa, shalat, haji, dan zakat. Kata syari’ah adalah turunan (musytaq) dari kata syir’ah yang berarti pantai (tepi laut). Allah Ta’ala berfirman, “Untuk tiap-tiap umat di antara kamu Kami berikan syir’ah dan minhaj.” (QS. Al-Maidah:48)

Di dalam tafsir ayat ini dikatakan: Syir’ah adalah agama, sedangkan minhaj adalah jalan.7 Jadi “syari’ah” adalah sunnah-sunnah petunjuk yang ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya . Dan yang paling besar adalah masalah-masalah aqidah dan keimanan.

Kata “syari’ah” –seperti halnya kata “sunnah”- digunakan untuk menyebut sejumlah makna:

1.

Digunakan untuk menyebut apa yang diturunkan oleh Allah kepada para Nabi-Nya, baik yang bersifat ilmiah (kognitif) maupun amaliyah (aplikatif).
2.

Digunakan untuk menyebut hukum-hukum yang diberikan oleh Allah kepada masing-masing Nabi agar diberlakukan secara khusus bagi masing-masing umatnya yang berbeda dengan dakwah Nabi lain, meliputi minhaj, rincian ibadah, dan muamalah. Oleh sebab itu, dikatakan bahwa semua agama itu asalnya adalah satu, sedangkan syariatnya bermacam-macam.
3.

Terkadang juga digunakan untuk menyebut pokok-pokok keyakinan, ketaatan, dan kebajikan yang ditetapkan oleh Allah bagi seluruh Rasul-Nya, yang tidak ada perbedaan antara Nabi yang satu dengan Nabi lainnya. Sebagaimana dalam firman Allah Ta’ala,

“Dia telah mensyariatkan bagi kamu tentang agama apa-apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa.” (QS. Asy-Syuura:13)

1.

Dan secara khusus digunakan untuk menyebut aqidah-aqidah yang diyakini oleh Ahli Sunnah sebagai bagian dari iman. Sehingga mereka menyebut pokok-pokok keyakinan mereka dengan istilah “syari’ah”.

Iman.

Istilah “iman” digunakan untuk menyebut Ilmu Aqidah dan meliputi seluruh masalah I’tiqadiyah. Allah Ta’ala berfirman, “Barangsiapa yang kafir terhadap iman, maka terhapuslah (pahala) amalnya.” (QS. Al-Maidah:5) Kata “iman” di sini berarti tauhid.8

Kitab-kitab aqidah yang ditulis dengan judul “iman” adalah :

1.

Al-Iman karya Abu Ubaid Al-Qasim bin Salam
2.

Al-Iman karya Ibnu Mandah.



Ushuluddin atau Ushuluddiyanah.

Ushuluddin (pokok-pokok agama) adalah rukun-rukun Islam, rukun-rukun iman, dan masalah-masalah I’tiqadiyah lainnya.

Kitab-kitab aqidah yang ditulis dengan nama ini adalah :

1.

Al-Ibanah fi Ushulid Diyanah karya Imam Al-Asy’ari (wafat:324 H)
2.

Ushulid Diin karya Al-Baghdadi (wafat:429 H).

Sebagian ulama mengingatkan bahwa nama ini tidak selayaknya digunakan. Karena pembagian agama menjadi ushul (pokok) dan furu’ (cabang) adalah sesuatu yang “muhdats” dan belum pernah ada pada masa Salaf. Menurut mereka, pembagian ini tidak memiliki batasan-batasan yang definitif dan bisa menimbulkan dampak negatif. Sebab, boleh jadi orang yang tidak mengerti Islam atau orang yang baru masuk Islam memiliki anggapan bahwa di dalam agama ini terdapat cabang-cabang yang bisa ditinggalkan. Atau, dikatakan bahwa di dalam agama ini ada inti dan ada kulit.

Dan sebagian ulama menyatakan, “Yang paling aman adalah dikatakan, aqidah dan syari’ah, masalah-masalah ilmiah (kognitif) dan masalah-masalah amaliyah (aplikatif), atau ilmiyat dan amaliyat.9



Kedua: Nama-Nama Ilmu Aqidah Menurut Selain Ahli Sunnah wal Jama’ah10:

Ilmu Aqidah juga memiliki sejumlah nama dan sebutan yang digunakan oleh kalangan di luar Ahli Sunnah wal Jama’ah. Antara lain:

Ilmu Kalam.

Sebutan ini dikenal di semua kalangan Ahli kalam, seperti Muktazilah, Asy’ariyah, dan sebagainya. Sebutan ini keliru, karena ilmu kalam bersumber pada akal manusia. Dan ia dibangun di atas filsafat Hindu dan Yunani. Sedangkan sumber tauhid adalah wahyu. Ilmu kalam adalah kebimbangan, kegoncangan, kebodohan dan keraguan. Karena itu ia dikecam oleh ulama Salaf. Sedangkan tauhid adalah ilmu, keyakinan, dan keimanan. Bisakah kedua hal tersebut disejajarkan? Apa lagi diberi nama seperti itu?!

Filsafat.

Istilah ini juga digunakan secara keliru untuk menyebut Ilmu Tauhid dan Aqidah. Penyebutan ini tidak bisa dibenarkan, karena filsafat bersumber pada halusinasi (asumsi yang tidak berdasar), kebatilan, tahayul, dan khurafat.

Tasawwuf.

Sebutan ini dikenal di kalangan sebagian Ahli tasawwuf, para filsuf, dan kaum orientalis. Sebutan ini adalah bid’ah, karena didasarkan pada kerancuan dan khurafat ahli tasawwuf dalam bidang aqidah.

Ilahiyat (Teologi).

Istilah ini dikenal di kalangan Ahli kalam, orientalis, dan filsuf. Sebagaimana juga disebut Ilmu Lahut. Di universitas-universitas Barat terdapat jurusan yang disebut dengan Jurusan Kajian Lahut.

Metafisika

Sebutan ini dikenal di kalangan filsuf, penulis Barat, dan sebagainya.

Setiap komunitas manusia meyakini ideologi tertentu yang mereka jalankan dan mereka sebut sebagai agama dan aqidah.

Sedangkan aqidah Islam –jika disebutkan secara mutlak- adalah aqidah Ahli Sunnah wal Jama’ah. Karena, Islam versi inilah yang diridhai oleh Allah untuk menjadi agama bagi hamba-hamba-Nya.

Aqidah apa pun yang bertentangan dengan aqidah Salaf tidak bisa dianggap sebagai bagian dari Islam, sekalipun dinisbatkan kepadanya. Ideologi-ideologi semacam itu harus dinisbatkan kepada pemiliknya, dan tidak ada kaitannya dengan Islam.

Sebagian peneliti menyebutnya sebagai ideologi Islam karena mengacu kepada letak geografis, histories, atau sekedar klaim afiliasi. Akan tetapi, ketika dilakukan penelitian yang mendalam, maka perlu menghadapkannya kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Apa-apa yang sesuai dengan keduanya adalah kebenaran dan menjadi bagian dari agama Islam, sedangkan apa-apa yang bertentangan dengan keduanya harus dikembalikan dan dinisbatkan kepada pemiliknya.

Dialihbahasakan dari Aqidah Ahli Sunnah wal Jama’ah – Mafhumuha – Khashaishuha – Khashaishu Ahliha karya Syaikh Muhammad Ibrahim al-Hamd dan ditaqdim oleh al-Allamah Ibnu Bazz rahimahullahu.



1 Lihat Mu’jam Maqayis Al-Lughah, Ibnu Faris, 4/86-90, materi ‘aqada; Lisanul Arab; 3/296-300, dan Al-Qamus Al-Muhith, 383-384

2 Lihat Mabahits fi Aqidah Ahli Sunnah wal Jama’ah, Syaikh DR. Nashir Al-Aql, hal. 9

3 Lihat Mabahits fi Aqidah Ahli Sunnah wal Jama’ah, Syaikh DR. Nashir Al-Aql, hal. 9-10

4 Lihat Mabahits fi Aqidah Ahli Sunnah wal Jama’ah, Syaikh DR. Nashir Al-Aql, hal. 9-10

5 Lihat Mabahits fi Aqidah Ahli Sunnah wal Jama’ah, Syaikh DR. Nashir Al-Aql, hal. 9-10; Mafhum Ahli Sunnah wal Jama’ah Inda Ahli Sunnah wal Jama’ah, DR. Nashir Al-Aql; Muqaddimaat fi Al-I’tiqad, Syaikh DR. Nashir Al-Qifari, hal. 5-11; artikel milik Syaikh Utsman Jum’ah Dlumairiyah di Majalah Al-Bayan, no. 54, hal. 19, dan no. 55, hal. 18

6 Yang terakhir ini adalah tambahan dari Syaikh Abdul Aziz bin Baz

7 Lihat Mu’jam Maqayis Al-Lughah, Ibnu Faris, 3/262-263, materi syara’a, Lisanul Arab, 8/176

8 Lihat Al-Wujuh wa An-Nadho’ir fi Al-Qur’an Al-Karim, DR. Sulaiman Al-Qar’awi, hal. 187

9 Lihat: Tabshir Ulil Albab bi Bid’ati Taqsim Ad-Diin ila Qisyr wa Lubab karya Syaikh Muhammad bin Ahmad bin Ismail Al-Muqaddam

10 Lihat: Mabahits fi Aqidah Ahli Sunnah wal Jama’ah, hal.11, dan Muqaddimat fi Al-I’tiqad, hal. 4-5

Resource: http://abusalma.wordpress.com

Ilmu Tauhid



Apakah ilmu tauhid itu? Ilmu tauhid adalah ilmu yang membahas pengokohan keyakinan-keyakinan agama Islam dengan dalil-dalil naqli maupun aqli yang pasti kebenarannya sehingga dapat menghilangkan semua keraguan, ilmu yang menyingkap kebatilan orang-orang kafir, kerancuan dan kedustaan mereka. Dengan ilmu tauhid ini, jiwa kita akan kokoh, dan hati pun akan tenang dengan iman. Dinamakan ilmu tauhid karena pembahasan terpenting di dalamnya adalah tentang tauhidullah (mengesakan Allah). Allah swt. berfirman:

أَفَمَن يَعْلَمُ أَنَّمَا أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَبِّكَ الْحَقُّ كَمَنْ هُوَ أَعْمَى إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُوْلُواْ الأَلْبَابِ

“Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar, sama dengan orang yang buta? Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran.” (Ar-Ra’d: 19)

Bidang Pembahasan Ilmu Tauhid

Apa saja yang dibahas? Ilmu tauhid membahas enam hal, yaitu:

1. Iman kepada Allah, tauhid kepada-Nya, dan ikhlash beribadah hanya untuk-Nya tanpa sekutu apapun bentuknya.

2. Iman kepada rasul-rasul Allah para pembawa petunjuk ilahi, mengetahui sifat-sifat yang wajib dan pasti ada pada mereka seperti jujur dan amanah, mengetahui sifat-sifat yang mustahil ada pada mereka seperti dusta dan khianat, mengetahui mu’jizat dan bukti-bukti kerasulan mereka, khususnya mu’jizat dan bukti-bukti kerasulan Nabi Muhammad saw.

3. Iman kepada kitab-kitab yang diturunkan Allah kepada para nabi dan rasul sebagai petunjuk bagi hamba-hamba-Nya sepanjang sejarah manusia yang panjang.

4. Iman kepada malaikat, tugas-tugas yang mereka laksanakan, dan hubungan mereka dengan manusia di dunia dan akhirat.

5. Iman kepada hari akhir, apa saja yang dipersiapkan Allah sebagai balasan bagi orang-orang mukmin (surga) maupun orang-orang kafir (neraka).

6. Iman kepada takdir Allah yang Maha Bijaksana yang mengatur dengan takdir-Nya semua yang ada di alam semesta ini.

Allah swt berfirman:

“آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللّهِ وَمَلآئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ

“Rasul telah beriman kepada Al-Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya.” (Al-Baqarah: 285)

Rasulullah saw. ditanya tentang iman, beliau menjawab,

أنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ.

“Iman adalah engkau membenarkan dan meyakini Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan taqdir baik maupun buruk.” (HR. Muslim).

Kedudukan Ilmu Tauhid di Antara Semua Ilmu

Kemuliaan suatu ilmu tergantung pada kemulian tema yang dibahasnya. Ilmu kedokteran lebih mulia dari teknik perkayuan karena teknik perkayuan membahas seluk beluk kayu sedangkan kedokteran membahas tubuh manusia. Begitu pula dengan ilmu tauhid, ini ilmu paling mulia karena objek pembahasannya adalah sesuatu yang paling mulia. Adakah yang lebih agung selain Pencipta alam semesta ini? Adakah manusia yang lebih suci daripada para rasul? Adakah yang lebih penting bagi manusia selain mengenal Rabb dan Penciptanya, mengenal tujuan keberadaannya di dunia, untuk apa ia diciptakan, dan bagaimana nasibnya setelah ia mati?

Apalagi ilmu tauhid adalah sumber semua ilmu-ilmu keislaman, sekaligus yang terpenting dan paling utama.

Karena itu, hukum mempelajari ilmu tauhid adalah fardhu ‘ain bagi setiap muslim dan muslimah sampai ia betul-betul memiliki keyakinan dan kepuasan hati serta akal bahwa ia berada di atas agama yang benar. Sedangkan mempelajari lebih dari itu hukumnya fardhu kifayah, artinya jika telah ada yang mengetahui, yang lain tidak berdosa. Allah swt. berfirman,

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ

“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (Yang Haq) melainkan Allah.” (Muhammad: 19)

Al-Quran adalah Kitab Tauhid Terbesar

Sesungguhnya pembahasan utama Al-Quran adalah tauhid. Kita tidak akan menemukan satu halaman pun yang tidak mengandung ajakan untuk beriman kepada Allah, rasul-Nya, atau hari akhir, malaikat, kitab-kitab yang diturunkan Allah, atau taqdir yang diberlakukan bagi alam semesta ini. Bahkan dapat dikatakan bahwa hampir seluruh ayat Al-Quran yang diturunkan sebelum hijrah (ayat-ayat Makkiyyah) berisi tauhid dan yang terkait dengan tauhid.

Karena itu tak heran masalah tauhid menjadi perhatian kaum muslimin sejak dulu, sebagaimana masalah ini menjadi perhatian Al-Quran. Bahkan, tema tauhid adalah tema utama dakwah mereka. Umat Islam sejak dahulu berdakwah mengajak orang kepada agama Allah dengan hikmah dan pelajaran yang baik. Mereka mendakwahkan bukti-bukti kebenaran akidah Islam agar manusia mau beriman kepada akidah yang lurus ini.

Bagi seorang muslim, akidah adalah segala-galanya. Tatkala umat Islam mengabaikan akidah mereka yang benar -yang harus mereka pelajari melalui ilmu tauhid yang didasari oleh bukti-bukti dan dalil yang kuat– mulailah kelemahan masuk ke dalam keyakinan sebagian besar kaum muslimin. Kelemahan akidah akan berakibat pada amal dan produktivitas mereka. Dengan semakin luasnya kerusakan itu, maka orang-orang yang memusuhi Islam akan mudah mengalahkan mereka. Menjajah negeri mereka dan menghinakan mereka di negeri mereka sendiri.

Sejarah membuktikan bahwa umat Islam generasi awal sangat memperhatikan tauhid sehingga mereka mulia dan memimpin dunia. Sejarah juga mengajarkan kepada kita, ketika umat Islam mengabaikannnya akidah, mereka menjadi lemah. Kelemahan perilaku dan amal umat Islam telah memberi kesempatan orang-orang kafir untuk menjajah negeri dan tanah air umat Islam.

resource: dakwatuna.com

Tips Berhenti Merokok untuk Selamanya



Sebagaimana kita ketahui bahwa merokok lebih banyak memberi kerugian dibandingkan keuntungan. Merokok dapat menyebabkan gigi menjadi kuning, kulit yang tidak sehat, nafas yang bau, kesulitan bernafas, kanker, penyakit paru dan jantung . dan tidak sampai itu merokok juga membuat pakain jadi bolong (berlubang) Walaupun demikian, orang tetap merokok dan semakin banyak anak usia muda yang mulai merokok. Walaupun statistik menunjukkan peningkatan jumlah perokok yang cukup besar, keputusan akhir untuk berhenti merokok ada pada si perokok itu sendiri. Dan sekarang aku mempunyai cerita tentang seseorang yang berhasil berhenti merokok sampai sekarang ia berumur 27 Tahun. Yang dimana dulunya ia mulai merokok sejak umur 11 Tahun sampai ia umur 18 tahun. memang sangat memprihatinkan bila mendengar seorang anak yang masih duduk di bangku SD sudah menghisap rokok yang dapat menayakiti bagian tubuhnya. Tentu orang-orang bertanya tanya awalnya kamu merokok Meniru siapa dan bagaimana cara kamu mendapatkan rokok tersebut. lalu dia menjawab dari bapak ku, yang ia mempunyai kebiasaan merokok sehabis makan dan mulai itulah aku mencobanya (menirunya) dengan seorang teman yang diamana ia sudah mempunyai kebiasaan merokok. Dan aku mendapatkan rokoknya dari uang jajan yang di berikan oleh orang tua ku, kalau di saat tidak punya uang ya..ambil rokoknya bapak supaya tidak ketahuan ambil satu cukup buat habis makan. Lalu ada orang lagi yang bertanya adakah orang yang pernah memarahimu saat kamu merokok. Dengan santainya ia menjawab ya.. pernah, saat aku di warung nasi kucing yang dimana aku habis makan lalu merokok, saat itu di sampingku ada orang yang sedang makan lalu ia batuk hampir muntah-muntah karena asap rokokku lalu ia bilang hai nak, matikan rokokmu saya ini alergi asap rokok Djarum mu. Lalu dalam hatiku bilang berarti ia juga merokok dong. Demi menghormati orang yang lebih tua segera aku matikan rokok yang aku pegang.dan teryata ia memang perokok aktif yang tidak ingin jadi pasif. Kan tahu sendiri itu dampaknya lebih bahaya.

Dan si anak muda ter sebut mulai cerita tentang keadaan tubuhnya sekarang yang mulai merasa tidak seperti dulu lagi yang dulunya kuat untuk bermain sepakbola 90 menit tanpa istirahat tetapi beda dengan keadaannya sekarang. Ia bermain sepakbola paling lama sekitar 15 menit sudah terkapar dan nafasnya tidak teratur. Nah sejak itulah ia ( si anak muda ) mulai menyadari akan pentingnya kesehatan dalam tubuhnya dan memulai mencoba untuk berhenti dari kebiasaan buruk yaitu merokok dengan percobaan pertama ia gagal di karenakan banyak masalah yang dialaminya hingga pusing lalu kembali lagi ,untuk percobaan kedua juga gagal karena kena godaan dari teman-temannya dan percobaan ketiganya ia ingin berhasil dengan menargetkan hari pada hari ulang tahunnya sebab dia mudah mengingatnya saat berhentinya merokok dan juga ia tidak ingin terus berlama-lama menyakiti tubuhnya sendiri dan juga menyusahkan orang lain.
hingga sampai sekarang ia selalu memperingati ulang tahunnya dan juga berhentinya merokok.

Jadi intinya cerita tersebut yaitu :
Bagi orang dewasa janganlah memperlihatkan kebiasaan buruk pada anak yang di bawah umur sehingga dapat terjerumus kedalamnya.
Merokok memang banyak sisi negatifnya selain yang tertera di atas tadi, dalam cerita tersebut menunjukkan bahwa merokok juga mendorong orang untuk berbuat dosa yaitu nyuri (mengambil barang yang bukan haknya.
Orang gampang sekali terjerumus dengan hal hal yang kurang baik taupun yang dilarang oleh agama di karenakan lingkuan yang tidak baik/mendukung ke jalan yang benar.
Sekali lagi merokok memang membahayakan kondisi tubuh kita oleh sebab itu tumbuhkanlah rasa kesadaran dalam diri ini akan penting kesehatan jasmani kita yang juga di seimbangi kesehatan rohaninya karena kesehatan adalah kenikmatan mengapa demikian karena jika tubuh ini sehat nanti kita dapat lebih lama mendekatkan diri pada yang maha kuasa dan jika diri ini sudah dekat dengannya pasti segalanya jadi indah dan nyaman.

Dan berikut ini adalah beberapa mitos dan kenyataan tentang merokok.

Mitos 1: Mengapa saya harus berhenti merokok? Pada akhirnya saya pasti akan meninggal karena sesuatu sebab.

Tentu, anda akan meninggal karena sesuatu sebab. Namun, bila anda perokok sedang, anda memiliki kemungkinan untuk meninggal tahun depan yang besarnya 1,5 kali orang bukan perokok yang berusia serta berjenis kelamin sama dengan anda. Anda juga memiliki kemungkinan untuk meninggal 3 tahun lebih cepat dari orang bukan perokok, dan sekitar dua kali lebih mungkin untuk mendapat serangan jantung atau meninggal karena kanker dibandingkan mereka yang bukan perokok.

Mitos 2 : Bila saya berhenti merokok, saya akan menjadi gemuk.

Bila perokok menghentikan kebiasaanya, 79 % dari mereka akan bertambah berat badannya, namun pertambahan rata-ratanya hanya 2,3 kg. Berolahraga dan menjaga makanan yang dikonsumsi dapat membantu anda mencegah terjadinya kegemukan.

Mitos 3 : Saya tidak dapat menikmati hidup tanpa merokok.

Bekas perokok memiliki kualitas hidup yang lebih baik, dengan berkurangnya batuk, bertambah baiknya fungsi paru serta bertambah kuatnya sistem pertahanan tubuh mereka, dibandingkan mereka yang tetap merokok.

Mitos 4 : Saya sudah terlanjur sakit akibat merokok. Jadi, lebih baik saya tetap merokok.

Mereka yang berhenti merokok setelah mendapat serangan jantung memiliki kemungkinan untuk meninggal 10 kali lebih sedikit dibandingkan mereka yang terus merokok. Sepuluh tahun setelah serangan jantung, hanya 5 % dari yang berhenti merokok kemudian meninggal, dibandingkan dengan 49 % dari mereka yang tetap merokok. Penderita kanker paru juga lebih besar kemungkinannya untuk tetap hidup bila mereka berhenti merokok.

Mitos 5 : Saya akan berhenti merokok nanti. Tubuh saya masih memiliki waktu untuk mengatasinya.

Walaupun beberapa efek buruk rokok ( seperti yang disebabkan oleh nikotin ) dapat menghilang dalam beberapa jam sampai beberapa hari setelah berhenti merokok, efek-efek lainnya perlu beberapa tahun untuk menghilangkannya. Untuk sebagian besar penyakit akibat merokok, semakin lama anda berhenti merokok, semakin kecil kemungkinannya untuk sakit atau meninggal.

Mitos 6 : Saya hanya menyakiti diri saya sendiri.

Teman serta keluarga anda tidak hanya harus menghadapi penyakit akibat merokok yang anda alami, kebiasaan merokok anda juga akan meningkatkan risiko mereka untuk sakit dan meninggal. Orang yang terpapar asap rokok secara reguler memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk menderita infeksi saluran nafas dan penyakit paru seperti pneumonia.

Mitos 7 : Saya telah mencoba berhenti dan gagal, jadi kemungkinan besar saya akan gagal lagi bila mencoba berhenti.

Banyak orang yang tidak langsung berhasil menghentikan kebiasaan merokoknya. Merokok adalah kebiasaan yang bersifat sangat adiktif dan banyak perokok yang mencoba berhenti untuk beberapa kali sebelum mereka akhirnya berhasil. Sebagian besar perokok kambuh kembali pada minggu pertama setelah berhenti, di saat mana gejala penghentian kebiasaan tersebut muncul dengan kuat sedangkan tubuh masih amat tergantung pada nikotin. Waspadalah bahwa saat-saat tersebut adalah saat yang paling sulit dan gunakanlah seluruh kekuatan dan kemauan anda serta teman dan keluarga anda agar dapat melalui masa-masa kritis tersebut. Metode yang terbaik bagi setiap orang berbeda-beda. Cara yang mungkin aneh bagi orang lain mungkin merupakan cara yang terbaik bagi anda. Jadi, jangan malu untuk mencoba cara baru.

Berikut adalah beberapa saran yang dapat anda gunakan :

* Putuskanlah dengan tegas bahwa anda ingin berhenti merokok. Upayakan untuk menghindar dari pikiran negatif mengenai sulitnya upaya penghentian merokok.
* Jangan kosongkan asbak anda. Benda tersebut dapat mengingatkan anda tentang banyaknya rokok yang anda isap setiap harinya. Pemandangan serta bau puntung rokok tersebut juga dapat dijadikan peringatan bagi anda.
* Buang semua rokok dan korek yang masih belum digunakan.
* Kunjungilah dokter gigi untuk membersihkan kotoran gigi akibat tembakau. Perhatikan betapa indahnya gigi anda setelah dibersihkan dan pastikan agar tetap demikian keadaannya.
* Buatlah daftar barang-barang yang ingin anda beli untuk diri anda sendiri maupun untuk orang lain. Perkirakan harganya berdasarkan harga rokok perbungkus, dan sisihkan uangnya untuk membeli hadiah-hadiah tersebut.
* Tetapkanlah target waktu untuk berhenti merokok, misalnya pada hari ulang tahun anda atau ulang tahun pernikahan anda, dan upayakan agar rencana tersebut jangan berubah apapun yang terjadi. Langkah ini dapat mempermudah anda untuk mengingat kapan anda mulai berhenti merokok dan untuk merayakannya setiap tahun!

Jangan Anggap Enteng Waktu

"Ada dua nikmat yang membuat banyak orang terpedaya yakni nikmat sehat dan waktu senggang." (Riwayat Bukhori).

Siapa yang dapat keluar dari kerangka waktu? Dengan waktu, Seseorang dapat meraih kebajikan dan kemuliaan, dengan waktu pula sesorang dapat terjerembab dalam kehinaan dan kerugian. Orang yang cerdas adalah mereka yangdapat mengelola waktu dengan sebaik-baiknya.
Masa muda sebagai waktu emas, misalnya saat dimilikinya kekutan, semangat dan kesibukan masih sedikit, maka janganlah menyia-nyiakan waktu. Itu adalah kesepatan yang sangat berharga yang tidak terulang kembali. Tidaklah Allah Subhanahuwata'ala (SWT) bersumpah dalam al-qur'an dengan menggunakan kata waktu, wal'ashri, wad dhuha, wallaili, bis syafaqi, wal afajri, dan sebagainya, kecuali semua mengisyaratkan betapa pentingnya waktu.
Bahkan waktu yang Allah SWT berikan kepada kita lebih berharga dari pada emas, kerena ia adalah kehidupan itu sendiri. Dengan waktu, sesorang bisa mendapatkan perhiasan. Seorang muslim tidak pantas menyia-nyiakan waktu yang dilaluinya untuk hal-hal yang tiada berguna.

Sesorang yang memiliki badan yang sehat tanpa menggunakannya untuk tindakan yang berguna dan tidak pula berbuat untuk akhiratnya adalah orang yang merugi. Itulah sebabnya sekejap pun waktu sangat berharga dan kita diperintahkan ntuk memanfaatkannya.
Diriwayatkan bahwa ibnu Umar pernah berkata:
"Apabila engkau berada di sore hari., maka janganlah mengggu hungga pagi hari. Dan apabila ekngau berada di pagi hari maka janganlah meninggu hingga sore hari. Pergunaknlah waktu sehatmu sebelum dtang sakitmu. Dan pergunakan hidupmu sebelum datang kematianmu."(Rwayat Bukhori).
Ibnu Qoyyim berkata:"Ada empat hal yang dapat merusak dhati, yaitu berlebihan dalam berbicara, berlebihan makan, berlebihan tidur dan berlebihan dalam bergaul."
Imam Hasan AL-Bashri megatakan: "Wahai anak cucu Adam, dirimu adalah sebenarnya hari-anarimu yang kau alami, jika harimu berlalu maka berkuranglah sebagaian hidupmu, sungguh aku pernah bertemu dengan suatu kaum, mereka lebih megutamakan mencintai dan menghargai waktumelebihi apa yang kau lakukan terhadap dinar dan dirham."
Ibnu Mas'ud berkata: "Aku tidak pernah menyesal atas hari yang berlalu, kecuali ketika matahari terbenam dan usiaku berkurang, tetepi ilmuku tidak bertambah di hari itu".
Kisah Dawud bin Abi Hindun (139H) adalah diantra contoh yang mengagumkan. Beliau berkata: "Ketika kecil aku berkeliling pasar. Ketika pulang kuusahakan diriku untuk selalu berzikir kepada allah ta'ala hingga tempat tertentu. Jika telah sampai kuusahakan lagi berzikit kepada Allah SWT hingga tempat selanjutnya ….hingga sampai dirumah. Tujuannya agar kugunakan waktu dalam umurku."

Teladan Salaf
Di dalam perjalanan para ulama terdahulu ter dapat banyak contoh yang mencengankan. Bagaimana mereka menggunakan umurnya agar menjadi produktif. Para pendahulu kita tersebut dengan keterbatas dana , dan minimny sarana tenologi yang mereka miliki, namun alam mereka tak mampu ditandingi manusia sekarang. Mereka menghabiskan waktunya untuk berjuang dijalan allah SWT, menyibukkan diri dengan menuntut ilmu,melakukan amalan sunnah, berzikir bertasbih, beristighfar, mengajar, dan amalan-amalan ketaatan lainnya.
Abu baker AL-Baqilani pernah tidak tidur sebelum menulis sebanyak 35 halaman dari hafalannya. Imam Abu Yusuf sahabat Imam Abu Hanifah menjelang detik-detik kematiannya masih sempat membahas fiqih.
Seorang murid dari Al Alusi Al Al-Hafidh, Bahjah Al atsari berkata: "Saya teringat bahwa saya tidak dating belajar pada suatu hari karena hujan dan angina kencang. Kami kira Al-Alusi tidak dating mengajar. Keesokan harinya beliau berkata: "tidak ada kebaikan bagi orang yang terpengaruh oleh panas dan hujan untuk tidak belajar."
Di antara sifat yang menakjubkan dalam menghargai waktu adalah Ibnu Taimiyah (590H). Beliau tidak pernah membiarkan waktu berlalu tanpa mengajar, menulis dan ibadah lainnya. Pada waktu masuk kamar kecil pun beliau meminta sese orang untuk membacakan kitab kepadanya dari luar. Ib Rajab berkata :"Hal ini menunjukkkan betapa kuat dan tingginya kecintaan beliau disaat sakitpun masih membaca dan menalaah ilmu. (Raudatut Thalibin).
Seorang bijak mengatakan "Waktu adalah pedang, jiak engkau tidak menggunakannya maka ia akan memotongmu. Bila engkau tidak menggunakan waktu yang ada, maka engkau akn celaka layaknya seseorang yang terkena sabetan pedang. Jika kamu tidak menggunakannya dalam kebaikan maka engkau akan dirusak didalamnya."(Buhjatus-nufus, Ibnu abbi jamrah 3/96).
Sarri As-Saqoti ketika didatangi dan kerumuni oleh orang-orang yang tidak memiliki kepentingan dan hanya berbasa basi saja, maka dikatakan mereka: "anda telah dikerumuni oleh orang-orang yang tidak punya tindakan, jika orang yang didatangi lemah, maka mereka akan duduk berlama-lama dan akibatnya kerugian waktu pun tak terhindarkan. Padahal, kalian punya kewajiban kewajiban banyak."
Imam Amir bin Qois kedatangan seseorang dan mengajaknya untuk duduk-duduk saja, maka dikatakan kepadanya:"Saya akan berbicara kepadamu namun tolonglahlah hentikan matahari terlebih dahulu."
Umur Yang Sia-sia
Diantra yang mendatangkan kerugian adalah banyaknya berkunjung dan berkumpul dengn orang-orang, namun tidak untuk menambah ilmu. Teman banyak, pergaulan luas akan tetapi kesemuannya itu tidak membawa kemanfaatan bagi dirinya selain hura-hura dan sia-sia.
Contoh lainnya adalah menyuibukkan diri terhadap hal-hal yang tidak penting seperti berasyik-ria dengan kegiatan yang menybabkan kemubaziran. Misalnya, main catur, domino, main musik hingga melupakan tugas dan kewajiban. Selain itu, juga menonton TV yang tak kenal waktu dan lainnya.
Imam syafi'I memberi contoh tentang pemanfaatan waktu yang dikaitkan dengan menuntut ilmu. Imam syafi'I ditanya,"Bagaimana keinginan anda terhadap ilmu?" Beliau menjawab:"ibarat seorang ibu yang kehilangan anak tunggalnyadan ia tidak memiliki anak keuali anak tersebut." (Adabussafi'I wamanaqi buhu,Ar-Rozi, dinukil dari mu'aalim fit-thoriqi thalabil 'ilmi hal.41).
Seseorang mestinya bergegas ketika memiliki waktu luang untukdicarikan kegiatan yang penuh makna dan positif. Sungguh saying pada kenyataannya, banyak manusia tidak memanfaatkan waktu dan umurnya dengan sebaik-baiknya
Imam Ibnu jam'ah berkata:"Hendaknya sesorang membagi waktu malam dan siangnya, manfaatkan sisa umur karena umur yang tersisa tidak ada bandingannya." Umur yang tersisa adalah hadiah dari allah SWT sebagai sarana untuk memperbaiki diri dan amalnya. Lantaran sayangnya allah SWT, ia masih diperkenankan menghirup udara segar dibumi-Nya. Kita memohon kepada Allah Yang Agung agar mengasihi kita dan menjadikan kita termasuk orang-orang yang mampu mengelola waktu dengan sebaik-baiknya.
Semoga detik akhir kehidupan kita diisi dengan amal yang sebaik-baiknya.*

Hukum Menonton Blue Film (BF)


Pada suatu momen yang berbahagia ada seorang perempuan yang bernama Tuti yang tinggal di semarang bertemu dengan KH. MA. Sahal Mahfudh lalu beliau menanyakan tentang hukum menonton film porno atau Blue Film. setelah mendengar pertanyaan tersebut lalu KH. MA. Sahal Mahfudh menjawab :
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak selamanya membawa pengaruh positif bagi kehidupan manusia. Teknologi sangat tergantung pada bagaimana cara menggunakannya. Selain dapat digunakan untuk kebaikan, dapat juga untuk kejelekan. Salah satu gejala yang sangat memperhatinkan dewasa ini adalah makin mudah akses tehadap perangkat maupun alat yang tidak layak dilihat.

Manusia oleh Allah Swt. Dilengkapi dengan 3 (tiga) potensi, al-quwa al-aqliya (daya intelektual), al-quwa al-syahsiyah (nafsu, syahwat), al-quwa al-ghadhabiyah (emosi).
Karena nafsu, manusia tertarik kepada lawan jenisnya. Sifat ini adalah alamiah dan sesuai dengan kodaratnya. Karenanya nafxu tidak harus dihilangkan secara total. Sebab hal tiu tidak di tuntut untuk menjaga kelestarian dan kesinambungan di muka bumi ini. Dan ini dapt dilakukan dengan kecenderungan untuk tertarik dengan lawan jenis tersebut.

Bisa kita bayangkan kalau manusi tidak mempunyai nafsu untuk makan dan minum maupun keinginan seksual, niscaya sudah lama punah atau mati, dan tidak lagi nerkembang biak seperti sekarang. Namun nafsu (seksual) tidak lantas boleh di puaskan sesuka hati, apalagi dengan perilaku seks bebas. Sebab dampak yang di akibatkan dari seks menyimpang itu tidak kalah negative. Untuk menghindari semua itu, islam mengambil jalan tengan dan mengatur car penyaluran kebutuhan biologis tersebut sedimikian rupa lewat lembaga pernikahan.

Maaf Kelanjutannya Nanti Nyusul....



Sumber Gambar: Google Image.
Sumber Pembelajaran: Buku Problemarika Umat; KH Sahal Mahfudz

Peran Emosi Dalam Belajar

Bapak,ibu guru di seluruh dunia khususnya para guru yang ada di Indonesia yang saya kagumi. ketahuilah tentang pentingnya suatu peran emosi dalam belajar siswa karena dengan Memperhatikan emosi siswa dapat membantu mempercepat pembelajaran mereka dan memahami emosi mereka juga membuat pelajaran lebih berarti dan permanen. Ingatlah sejenak sewaktu anda di perguruan tinggi dahulu. Ingatkah anda, di kelas mana anda sangat berminat pada mata kuliahnya? Informasi mana yang lebih anda ingat-informasi dari dosen yang anda sukai, atau dosen yang anda tidak sukai? Betul ! Dosen yang anda sukai menciptakan dalam diri anda suatu ikatan emosional terhadap belajar , yang mematri mata kuliah tersebut dalam ingatan anda.

Penelitian otak semakin menunjukkan adanya hubungan antara keterlibatan emosi, memori jangka panjang, dan belajar peneliti dan psikolog kognitif, Dr Daniel Goleman menjelaskan:

Dalam tarian perasaan dan pikiran, kekuatan emosi menentukan keputusan kita saat demi saat, bekerja bahu-membahu dengan pikiran rasional,mengaktifkan atau menonaktifkan – pikiran-pikiran itu sendiri. Boleh dibilang, kita mempunyai dua otak, dua pikiran dan dua jenis kecerdasan: rasional dan emosional. Bagaimana kita berkiprah dalam hidup (dan belajar) di tentukan oleh keduanya- bukan hanya IQ, melainkan kecerdasan emosional juga berperan. Tentu saja intelek tidak dapat bekerja pada puncaknya tanpa kecerdasan emosional (Goleman, 1995, h. 28)

Penelitian menyampaikan kepada kita bahwa tanpa keterlibatan emosi, kegiatan saraf otak itu kurang dari yang di butuhkan untuk “merekatkan” pelajaran dalam ingatan (Goleman, 1995 LeDoux, 1993, MacLean,1990).
Pernahkah anda bertanya-tanya mengapa pelajar menjadi tertutup dan tidak dapat mendengarkan anda, mengapa anda menjadi kalap untuk sementara saat anda marah, atau mengapa ejekan balasan baru terpikir sejam seteklah anda di cemohkan? Kita tahu sekarang, berkat kerja Dr. Paul MacLean, DR joseph LeDoux, dan Dr. Daniel Goleman, bahwa ketika tak menerima ancaman atau tekanan, kapasitas otak untuk berpikir rasional mengecil. Otak “diajak secara emosional” (Goleman, 1995) menjadi mode bertempur-atau-kabur dan beroperasi pada tingkat bertahan hidup. Nketesediaan hubungan dan kegiatan sraf benar-benar berkurang atau sangat mengecil dalam situasi ini, dan otak tidak dapat mengakses Higher Order Thinking Skills (HOTS) Keterampilan berpikir order tinggi. Fenomena ini, dikenal sebagai downshifting, merupakan tanggapan psikologis, dan dapat menghentiakn proses belaajr saat itu dan setelah saat itu (MacLean, 1990). Kemampuan belajar murid anda benar-benar berkurang. Untungnya otak dapat melakukan sebaliknya. Denan tekanan positif atau suportif, dikenal sebagai austress, otak dapat terlihat secara emosional, dan memungkinkan kegiatan saraf maksimal. Mihaly Csikszentmihalyi adalah psikolog dari Universitas Chicago yang dikenal karena penelitiannya dalam mendokumentasikan suatu keadaan flow, yang dia difinisikan sebagai “keadaan dimana seseorang sangat terlibat dalamsebuah kegiatan sehingga hal lain seakan tak berarti lagi” (Csikszentmihalyi, 1990, h. 4). Dia menggambarkan hubungan antara eutress dan flow sebagai berikut:

Orang agaknya dapat berkonsentrasi paling baik saat mereka sedikit lebih di tuntut dari pada biasanya dan mereka dapat memberikan lebih dari biasanya. Jika tuntutan terlalu sedikit, orang akan mejadi bosan. Jika tuntutan terlalu besar untuk diatasi, mereka akan menjadi cemas. Flow terjadi di daerah genting antara kebosanan dan kecemasan (Goleman, 1992).

Psikolog dan peniliti dari Harvard, Howard Gardner, dikenakal telah megembangkan teori kecerdasan berganda, berpendapat mengenai Flow Sebeagai berikut:

Kita harus menggunakan keadaan positif anak untuk menarik mereka kedalam pembelajaran di bidang-bidang di mana mereka dapat mengembangkan kompetensi …Flow adalah keadaan internal yang menandakan bahwa seorang anak tugas yang tepat. Anda harus menemukan sesuatu yang anda sukai, lalu tekunilah. Di sekolah, saat ank merasa bosan, mereka akan berontak dan berulah. Jika mereka di banjiri tantangan, mereka akan mencemaskan pekerjaan sekolah. Tetapi, Anda akan belajar dengan segenap kemampuan jika anda menyukai hal yang anda pelajari dan Anda senang jika terlibat dalam hal tersebut (Gardner, 1995, h. 94).

Kuncinya adalah menbangun ikatan emosional tersebut, yaitu dengan meciptakan kesenangan dalam belajar, menjalin hubungan, dan menyikirkan segala ancaman dari suasana belajar. Seperti sebuah mobil, Anda mnghendaki proses belajar melaju dengan semua slinder, jadi anda mulai dengan gigi pertama (menyingkirkan ancaman) dan berusaha mencapai HOTS dari sana.

Studi-studi menujukkan bahwa siswa lebih banyak belajar jika pelajarannnya memuaskan, menantang, dan ramah serta mereka mempunyai suara dalam pembuatan keputusan. Dengan kondisi seperti it, Para siswa lebih sering ikut serta dalam kegiatan suka rela yang berhubungan dengan bahan pelajaran (Walberg, 199). Hal ini meningkatkan hubungan dan kepercayaan dalam pengajaran. Dengan adanya korelasi langsung antara keterlibatan emosi dan prestasi belajar siswa, keterlibatan emosi kini bukan lagi skedar gagasan muluk yang menyenangkan hati orang.

Di samping memastikan agar siswa lebih banyak belajar dan terlibat, ikatan emosioanal juga sangat mempenagruhi memori dan ingatan mereka akan bahan-bahan yang akan di pelajari. Ilmuwan saraf, Dr.Joseph Ledoux, mengemukakan bahwa amigdala, pusat emosi otak, memainkan peran besar dalam menyimpan memori.

….perangsangan amigdala agaknya lebih kuat mematrikan kejadian dengan perangsangan emosional dalam memori….karena itulah kita lebih mudah mengingat, misalnya kencan pertama kita, atau apa yang sedang kita lakukan saat mendengar berita bahwa pesawat ulang-alik Challenger meledak. Semakin kuat rangsangan amigdala, semakin kuat pula pematrian dalam memori (LeDoux,1994).

Sumber : Buku Quantum Teaching yang di tulis oleh Bobbi DePorter, Mark Reardon,M.S, Sarah Singer-Nourie.

Bersahabatlah Dengan Mata

Semua orang tahu bahwa mata indera penglihat. Bentuk bola mata kita seperti bola bekel atau bola pingpong. Diameternya lebih kurang 2 cm. yang merupakan salah satu indera yang tak ternilai harganya dan saya menyadari itu karena sekarang mengalami penyakit Rabun jauh (MIOPI) yaitu ketidak mampuan untuk melihat benda yang jauh dengan jelas. Dan mengakibatkan saya harus memakai kaca mata berlensa minus dan pengalaman tak terlupakan saat saya sekolah dan di kelas pada saat itu ibu guru sedang memberi ulangan harian bahasa indonesia yang di tulis pada papan tulis berjarak 3 meter dari tempat ku duduk yang dimana saat itu saya belum memakai kaca mata, sehingga ada beberapa soal yang seharusnya di kerjakan malah tadak saya jawab Karena penglihatan tidak jelas itulah sehingga membuat nilai hanya memenuhi standar ,saat itulah saya menyesali masa-masa dulu dimana saya tidak merawat mata dengan baik. dan mungkin itulah cobaan dari yang maha kuasa agar saya lebih mendekatkan diri kepadanya dan bagi yang belum mengalaminya terutama kalian yang masih menuntut ilmu dan masih dini jagalah mata kalian dengan sebaik mungkin dan bersahabatlah dengan mata sebelum hal buruk menghampirinya.

Dengan cara mengetahui cara kerja mata mungkin bisa membantu kalian semua yaitu
Mata bekerja saat menerima cahaya. Tanpa cahaya, mata tidak dapat menjalankan fungsinya. Cahaya memasuki mata melalui pupil. Lensa mata mengarahkan cahaya sehingga bayangan benda jatuh pada retina. Kemudian ujung-ujung saraf penerima yang ada di retina menyampaikan bayangan benda itu ke otak. Setelah di proses di otak, kita dapat melihat sesuatu benda.

menjaga kesehatan mata
Mata penting bagi kehidupan keseharian kita. Karena mata memiliki bagian–bagian yang amat sensitif (peka) terhadap benda asing. Yang tentu saja bagian itu mudah terluka berikut ini dalah berbagai macam jenis kelainan dan penyakit yang menyerang mata: MIOPI (Rabun Jauh), HIPERMETROPI (Rabun Dekat), PRESBIOPI (Mata Tua), RABUN SENJA, BUTA WARNA, META MERAH, KATARAK. Untuk pengertiannya lebih lengkap tentang kalainan mata cari sendiri

Dan inilah cara untuk mencegah penyakit atau kelainan mata :
1. Jagalah kebersihan mata, sehingga tidak kemsukan kotoran.
2. Lindungi mata jika berada di tempat yang berdebu dan berasap
3. Segera tetesi mata dengan obat tetes mata. Hal ini akan dapat membuat kotoran terdorong keluar.
4. Makanlah makanan yang mengandung vitamin A,yang baik untuk kesehatan mata
5. biasakan membeca buku dengan jarak ± 30 cm dan dengan penerangan yang cukup.
6. Periksakan diri ke dokter mata jika anda mulai tidak mampu melihat dengan baik. Apalagi bila di sertai dengan pusing atau sakit kepala. Jika tidak segera berobat, mata dapat mengalami gangguan yang lebih parah.

Semoga berfaat bagi anda semua, pembaca
By : MujibRX

Bertemu KH. Abdurrahman Wahid Dalam Mimpi

Mimpi teteplah mimpi itulah yang pantas ku ucapkan karena mimpi itu tak mungkin bisa terwujud di dunia ini, disaat aku bermimpi dengan seseorang yang istimewa bagiku karena beliau yang bisa jadi panutan bagi putra-putri bangsa Indonesia.
Karena beliau adalah orang yang dikenal dunia sebagai tokoh intelektual yang giat menganjurkan pluralisme dan dialog umat beragama.

dan juga pernah menjabat jadi orang nomer satu di Indonesia yang ke-4 (empat)yaitu KH. Abdurrahman Wahid.yang biasa di sebut GUSDUR dan Siapa yang tidak ingin berjumpa dengan seorang KH. Abdurrahman Wahid.walaupun hanya dalam mimpi pasti ingin bertemu dengannnya seperti yang ku alami kemarin malam sekitar jam 02:00 Tgl; 1 Juni 2010 beliau menghampiri dan juga memelukku saat sehabis rapat dengan penjabat-penjabat dan betapa bahagianya diriku ini sampai sampai kucucurkan air mata karena sangat terharu, bagaimana bisa saya bertemu dan juga memeluk seorang GUSDUR yang sudah lebih dulu meninggalkan kita semua.di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta hari Rabu (30/12) sekitar pukul 18.45. Sungguh ku tak merasakan ketakuatan sedikitpun saat itu dan saya malahan setelah bermimpi, paginya tubuh dan jiwa ini terasa ringan dan tenang mengerjakan soal ujian semester akhir di sekolah saya SMK Negeri 3 Jepara.

Terima kasih ya allah engkau masih memberikan nikmat dan hidayahmu pada manusia yang banyak dosa seperti aku ini.

Cara Belajar Yang Efektif

Semua manusia yang masih bisa bernafas itu mempunyai kewajiban yang namanya mencari ilmu dari lahir sampai ke tiang lahat, ilmu yang berguna bagi dirinya dan juga orang lain. supaya hidupnya berguna bagi agama, nusa dan bangsa. Jika kita tidak menyadari akan berharganya suatu ilmu pasti akan ada balasan yang pantas bagi dirinya seperti: di sia-siakan orang lain dan juga tidak dihormati oleh orang karena orang tersebut bodoh. maka dari itu mulailah hargai suatu ilmu walaupun di saat kamu menerima ilmu tersebut tidak ada gunanya atau pernah berfikir, apa gunanya aku mepelajari ini ilmu ini tapi ingatlah suatu saat pasti ilmu yang kamu punya ada manfaatnya dan tidak ada suatu ilmu yang sia-sia jika kamu selalu berfikir positif dan berusaha untuk menjadi yang terbaik, inilah cara untuk belajar yang efektif untuk mencapai keinginan atau cita-cita :
1. Berdo'alah terlebih dahulu sebelum memulai belajar agar saat kita belajar tidak di goda setan dan juga mudah menyerap ilmu yang kita pelajari agar kita mendapat kepuasan dalam belajar.
2. Pilih waktu yang tepat untuk belajar anda
3. Pilih tempat yang tepat dan jangan jangan ada yang banyak hiasan
4. Hindari suara-suara mengganggu
5. Sebelum belajar pelajaran jangan belajar yang membuat pikiran pengap.
6. Belajar harus punya peralatan yang lengkap
7. Membuat resum atau catatan yang penting setelah belajar
Jika diperlukan
8. Membuat soal jawab dengan teman
9. Membuat kelompok teman belajar
Dan juga rutinitas dalam belajar harus di jaga okey
Nah itulah tips dari saya dan ingatlah jangan membiasakan belajar dengan cara yang kurang baik di bawah ini seperti:
1. Belajar sambil ngemil
2. Belajar sambil merkok
3. Belajar sambil mendengarkan musik atau nonton TV
4. Belajar di tempat tidur
Memang bukan perkara mudah untuk meninggalkannya bagi yang sudah terbiasa dan sangat tidak konsen jika meninggalkannya, tapi saya hanya bisa berpesan tetaplah belajar sampai yang halik mencabut nyawa kita. Semoga bisa bermanfaat untuk anda tips ini, karena saya hanya mengamalkan ilmu yang saya miliki dari ibu guru.
{By:Mujib}

Wisata andalan kabupaten jepara - Pantai Bandengan


Pantai Bandengan merupakan salah satu obyek wisata unggulan Jepara
yang terletak di utara Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Pantai yang terletak di pesisir pantai utara (pantura) Jawa ini merupakan tempat wisata yang cukup menarik untuk dikunjungi. Setiap musim liburan, pantai ini selalu ramai dikunjungi wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Pantai ini dikenal juga sebagai Pantai Tirta Samudera yang merupakan obyek wisata unggulan di Jepara, kota kelahiran Pahlawan Nasional R.A. Kartini.

Menurut kisah turun temurun, nama Pantai Bandengan pertama kali diberikan oleh putra Sunan Muria yaitu Amir Hasan saat akan berpergian mengembangkan ilmu agama ke Kepulauan Karimunjawa. Ketika sampai di pantai ini, mereka menemukan banyak Ikan Bandeng sehingga wilayah itu dinamakan Desa Bandengan. Pantai yang ada di desa tersebut akhirnya dinamakan Pantai Bandengan.
Di pantai ini juga menjadi tempat favorit Pahlawan Nasional yang memulai emansipasi wanita yaitu R.A. Kartini yang merupakan putri Bupati Jepara pada saat itu. R.A. Kartini sering berwisata ke pantai ini bersama para bangsawan Belanda pada masa itu. Anda juga dapat menikmati panorama pantai yang jernih dan berpasir putih. Selain itu, Anda juga dapat menikmati rimbunnya pepohonan pandan atau pohon perdu di sepanjang pesisir Pantai Bandengan Jepara atau yang dikenal juga sebagai Pantai Tirta Samudera. Pantai Bandengan memiliki struktur pantai yang landai dan air yang jernih dan bersih.

Karena itu pantai ini cocok untuk menjadi tempat wisata pantai seperti berenang, bermain voli pantai, berperahu, atau sekadar bersepeda di pinggir pantai.Selain itu, kondisi pantai utara Jawa relatif tenang membuat pantai ini relatif aman untuk menikmati permainan di pinggir laut maupun berenang. Bahkan pada saat Anda mencelupkan diri ke air laut yang bening, Anda dapat melihat ikan-ikan kecil sedang berlarian di dasar air laut.
Pantai Bandengan sering dikunjungi karena suasana alamnya yang unik. Anda dapat menemukan suasana pantai pasir putih yang luas. Kemudian Anda juga dapat menikmati keindahan air laut yang jernih. Serta yang menarik adalah hamparan pepohonan yang rimbun dan hijau di sekitar pantai. Tentu ini membuat suasana di Pantai Bandengan begitu sejuk dan nyaman. Keindahan pantai di sini mampu menyaingi keindahan pantai di Bali.
Anda juga dapat mengunjungi pulau di tengah laut dari Pantai Bandengan. Pulau yang dapat Anda kunjungi dari sini yaitu Pulau Panjang. Di pulau ini Anda dapat menyaksikan kekayaan alam yang indah yaitu flora dan fauna yang menarik. Anda dapat mengunjungi pulau ini dengan biaya yang relatif murah. Anda juga dapat berkeliling pantai dengan menyewa perahu atau kapal yang siap mengajak Anda berkeliling pantai sambil menikmati keindahan alam di Pantai Bandengan.
Seusai menikmati berbagai permainan yang menyenangkan di Pantai Bandengan hingga menjelang senja, tibalah saatnya Anda menikmati pertunjukkan yang memukau di pantai ini. Ini adalah pertunjukkan alam yang menakjubkan, yaitu proses terbenamnya matahari atau sunset. Anda dapat mengagumi keindahan matahari saat menuju perhentiannya di senja hari. Pantulan cahaya matahari yang meredup terlihat di air laut dengan ombak yang tenang di Pantai Bandengan ini. Momen seperti ini sering diabadikan oleh para fotografer yang kebetulan mampir di Pantai Bandengan Jepara.
Anda juga dapat menikmati panorama matahari terbenam atau sunset ini sambil menikmati makanan yang disajikan di restoran yang ada di bibir Pantai Bandengan. Salah satu restoran yang cukup terkenal di pantai ini adalah Sunset Beach Restaurant yang didirikan oleh warga negara Italia yang memiliki istri penduduk setempat. Restoran ini sering dikunjungi oleh wisatawan mancanegara. Anda dapat menikmati pizza yang merupakan makanan khas Italia, seafood maupun masakan Indonesia sambil menikmati keindahan panorama sunset dan mendengar deburan ombak di pinggir pantai. Jika Anda makan di salah satu restoran di Pantai Bandengan, maka Anda dapat masuk secara gratis ke obyek wisata Pantai Bandengan.
Jika Anda lelah dan ingin beristirahat. ''Di Pantai Bandengan juga ditawarkan vila atau tempat penginapan yang bisa disewa. Setelah beristirahat malam hari, pada pagi hari Anda juga dapat menikmati sajian panorama matahari terbit di Pantai Bandengan. Obyek wisata Pantai Bandengan tidak sulit untuk dikunjungi. Pemerintah Kabupaten Jepara telah menyediakan fasilitas jalan yang baik serta transportasi yang mudah menuju obyek wisata Pantai Bandengan.

Jadi, jika Anda sedang berada di Jawa Tengah, tidak ada salahnya Anda mampir ke Jepara. Sambil melihat keindahan ukiran khas Jepara, Anda juga dapat mampir ke obyek wisata andalan Kabupaten Jepara yaitu Pantai Bandengan atau yang juga dikenal sebagai Pantai Tirta Samudera.

Penukaran Organ Tubuh

Dalam berbagai macam referensi, masalah ini masih jadi ikhtilaf (materi perdebatan) para fuqaha. Pertama, jika perpindahan itu dari manusia hidup. Dalam hal ini apabila anggota badan yang di pindahkan itu akan menjadi sebab kematiannya sendiri seperti pemindahan hati, maka hal ini haram secara mutlak. Artinya baik ada izin maupun tidak (secara paksa mangambilnya atau membunuh) tetap haram, karena mngijinkannya bunuh diri. Begitu pula pemindahan itu menyebabkan ia meninggalkan kewajiban kewajibannya atau pemindahan itu menolong pada maksiat meskipun hal itu masih memungkikan untuk kehidupannya, maka hukumnya tetap haram seperti pemindahan dua tangan atau dua kaki sekaligus menyebabkan ia tidak dapat bekerja. Apabila tidak demikian (tidak menjadi sebab meninggalkan kewajiban dan tidak menolong pada perbuatan maksiat) seperti pemindahan salah satu mata, satu ginjal atau darah, apabila pemindahannya tanpa izin maka haram dan wajib menggatinya sesuai dengan aturan syara' yang secara terperinci dejelaskan dalam kitab-kitab fiqih bab diyat'ala an-nafsi wa al- a;dha. Apabila dengan izinnya maka maka sebagian ulama' tetap mengharamkannya dengan alasan bahwa dengan kemuliaan manusia tidak membolehkan salah satu bagian tubuhnya untuk orang lain, jika terpotong harus dikuburkan. (Majmu'III; 149). Ada juga yang ulama' yang membolehkan itu dengan catatan tidak menjadikan tadlis atau fitnah seperti yang disampaikan Ibn Hajar dalam kitabnya Fath Al-Bari.
Dari pendapat ini nampaknya pemindahan anggota badan dan manusia hidup tetap memperhatikan eksitensi kemanusiannya sebagai makhluk mempunyai tanggung jawab kepada khalik maupun makhluk lainnya serta bagaimana dia menjaga jasadnya sendiri(tetap hidup) karena itu merupakan karunia allah yang tidak boleh di nafikan.
Kedua, jika pemindahan itu dari manusia yang sudah mati (mayit), sebagaian pendapat bahwa apabila pemindahan anggota badan itu dari mayit yang sebelumnya sudah berwasiat atau berpesan untuk memberikan salah satu bagian dari bagian badannya atau dengan kata lain sebelumnya sudah ada izin dari mayit, maka pemindahan itu di perbolehkan. Pendapat ini mendasarkan pada tidak adanya dalil yang mengharamkan hal tersebut tidak melarang untuk memanfaatkannya demi kehidupan. Hal ini sesuai juga dengan kaidah fiqih adh-dharurah tubhu ak- madhurah. Sama halnya juga sebelumnya tidak ada izin dari mayit tetapi walinya (keluarganya) memperbolehkan dan membolehkan (Fatwa Syaikh Athiyah sagr, Ketua lajna fatwa Al-Azhar Mesir).
Pendapat di atas secara ekspilisit bias dicerna bahwa pemindahan anggota badan dari mayit boleh dilakukan dengban catatan ada izin mayit sebelumnya meninggal atau keluarganya. Karena memandang tidak adanya dalil yang secara jelas tidak memperbolehkan pemindahan salah satu anggota badan.


Hukum Gigi Palsu


-->
Hukum Gigi Palsu
Tanya: Bagaimana hukumnya memakai gigi palsu? Dan bagaimana kalau pemakai gigi palsu tersebut meninggal?
(Putra Semarang)
Jawab: Memakai gigi palsu tidak dilarang agama. tidak ada dalil yang melarang. Bahkan sebagaian ulama' memperbolehkan menggunakan gigi palsu yang terbuat dari emas sekalipun. (Fatwa Syaikh Athiyah Saqr, Ketua lajnah Fatwa Al-Azhar Mesir 1997)
Ketika pemakai gigi palsu tersebut meninggal, bila gigi tersebut permanen, sehingga mencopotnya harus dengan operasi, maka tidak perlu mencopotnya demi menghormati jasad mayid. Kecuali bila gigi tersebut terbuat dari bahan yang bernilai (seperti emas), sehingga akan mendorong orang untuk mencurinya. Kalau gigi tersebut tidak permanen lebih baik di copot, karena itu tak ubahnya hiasan seperti cincin yang tidak ada gunannya untuk di sertakan kepada mayit.

Allah Menyayangi Anak Yatim


Banyak kisah para janda begitu tegar danperkasa dalam menghadapi hidup dan menghantarkan anak-anaknya menjadi orang yang berhasil. Ini bentuk pertolongan allah tehadap janda dan anak yatim. Dengan syarat, tentunya orang yang ditolong itu brusaha rungguh-sungguh, istiqamah, dan berjalan lurus sesuai dengan aturan Allah SWT. Di samping itu kita juga menyaksikan, ternyata para wanita pun mempunyai kekuatan l;uar biasa yang tak kalah dengan pria. Padahal sering dikatakan wanita adalah makhluk yang lemah. Kalau wanita di tinggal suaminya, kebnyakan kuat menjanda dan membesarkan anak-anaknya. Sebaliknya pria, jarang yang bias bertahan seperti wanita.

Dlam perspektif tuntunan agama islam, sebenarnya yang harus mencukupi kebutuhan para janda dan anak-anaknya adalah penguasa. Tapi karena Negara kita tidak berdasarkan syariat islam, tidak jelas siapa sebenarnya yang bertanggung jawabterhadap para janda dan anak yatim. Betul agama sangat menaganjurkan agar memuliakan anak yatim, mereka yang kehilangan ayah merupakan orang-orang yang harus diperhatikan dan di utamakan, malah rasulullah sangat manganjurkan membantu dan menolong anak yatim. Dan beliau memang sangat menyayangi anak yatim – beliau juga anak yatim, yang di tinggalkan aayahnya dalam usia belia. Banyak sekali ayat yang memberikan pehatian dan keutamaan kepada anak yatim. Dalam surah Al-Baqarah ayat 220

Allah menyuruh kita untuk memperlakukan anak yatim dengan baik seperti saudara sendiri, dan bahkan lebih mengutamakan mereka. Sedangkan dalam ayat lain, seperti yang difirmankan allah dalam surah Ad-Dhuha ayat 9 (93:9), kita dilarang memperlakukan anak yatim secara sewenang. Berkah ank yatim Allah berikan kepada keluarga itu, sehingga mereka berhasil dan menjadi anak-anak yang shalih dan shalihah. Perjuangan hidup memang membutuhkan ketabahan, kegigihan, dan sikap posotif, karena biasanya perjuangan itu memakan waktu yang lama. Siakap sabr dan berbalik sangka juga sangat penting. Kita lihat bagaimana ibu Fatimah ini dengan begitu tegar menjadi motivator bagi anak-anaknya.
Pertolongan Allah memberikan kepada hamba-hamba yang secara tekun dan konsisten menjaga hubungan dengannnya dan memohon serta meminta tolong hanya kepada-Nya. Demikian penjelasan Habib Salim bin umar Al-Hamid, Pengasuh MT Darul Muchtar, Condet, Jakarta Timur.


Sumber Gambar: Google Image

Akhlak Islam Cerminan Aqidah Islam

MediaMuslim.Info“Sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar berakhlak yang agung” (Al qalam : 4). Adakah orang yang tidak menyukai perhiasan ? jawaban pertanyaan ini jelas, bahwa tidak ada seorangpun melainkan ia menyukai perhiasan dan senang untuk tampil berhias di hadapan siapa saja. Karena itu kita lihat banyak orang berlomba-lomba untuk memperbaiki penampilan dirinya. Ada yang lebih mementingkan perhiasan dhahir (luar) dengan penambahan aksesoris sepertipakaian yang bagus, make up yang mewah dan emas permata, sehingga mengundang decak kagum orang yang melihat. Adapula yang berupaya memperbaiki kualitas akhlak, memperbaiki dengan akhlak islami.
Yang disebut terakhir ini tentunya bukan decak kagum manusia yang dicari, namun karena kesadaran agamanya menghendaki demikian dengan disertai harapan mendapatkan pahala dari Allah subhanahu wa ta’ala. Kalaupun penampilannya mengundang pujian orang, ia segera mengembalikannya kepada Allah karena kepunyaan-Nyalah segala pujian dan hanya Dialah yang berhak untuk dipuji.
ISLAM MENGUTAMAKAN AKHLAK
Mungkin banyak diantara kita kurang memperhatikan masalah akhlak. Di satu sisi kita mengutamakan tauhid yang memang merupakan perkara pokok/inti agama ini, berupaya menelaah dan mempelajarinya, namun disisi lain dalam masalah akhlak kurang diperhatikan. Sehingga tidak dapat disalahkan bila ada keluhan-keluhan yang terlontar dari kalangan awwam, seperti ucapan : “Wah udah ngerti agama kok kurang ajar sama orang tua.” Atau ucapan : “Dia sih agamanya bagus tapi sama tetangga tidak pedulian.”, dan lain-lain.
Seharusnya ucapan-ucapan seperti ini ataupun yang semisal dengan ini menjadi cambuk bagi kita untuk mengoreksi diri dan membenahi akhlak. Islam bukanlah agama yang mengabaikan akhlak, bahkan islam mementingkan akhlak. Yang perlu diingat bahwa tauhid sebagai sisi pokok/inti islam yang memang seharusnya kita utamakan, namun tidak berarti mengabaikan perkara penyempurnaannya. Dan akhlak mempunyai hubungan yang erat. Tauhid merupakan realisasi akhlak seorang hamba terhadap Allah dan ini merupakan pokok inti akhlak seorang hamba. Seorang yang bertauhid dan baik akhlaknya berarti ia adalah sebaik-baik manusia. Semakin sempurna tauhid seseorang maka semakin baik akhlaknya, dan sebaliknya bila seorang muwahhid memiliki akhlak yang buruk berarti lemah tauhidnya.
RASUL DIUTUS UNTUK MENYEMPURNAKAN AKHLAK
Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salam, rasul kita yang mulia mendapat pujian Allah. Karena ketinggian akhlak beliau sebagaimana firmanNya dalam surat Al Qalam ayat 4. bahkan beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam sendiri menegaskan bahwa kedatangannya adalah untuk menyempurnakan akhlak yang ada pada diri manusia, “Hanyalah aku diutus (oleh Allah) untuk menyempurnakan akhlak.” (HR.Ahmad, lihat Ash Shahihah oleh Asy Syaikh al Bani no.45 dan beliau menshahihkannya).
Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu seorang sahabat yang mulia menyatakan : “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah manusia yang paling baik budi pekertinya.” (HR.Bukhari dan Muslim). Dalam hadits lain anas memuji beliau shalallahu ‘alahi wasallam : “Belum pernah saya menyentuh sutra yang tebal atau tipis lebih halus dari tangan rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Saya juga belum pernah mencium bau yang lebih wangi dari bau rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Selama sepuluh tahun saya melayani rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam, belum pernah saya dibentak atau ditegur perbuatan saya : mengapa engkau berbuat ini ? atau mengapa engkau tidak mengerjakan itu ?” (HR. Bukhari dan Muslim).
Akhlak merupakan tolak ukur kesempurnaan iman seorang hamba sebagaimana telah disabdakan oleh rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam : “Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah yang terbaik akhlaknya.” (HR Tirmidzi, dari abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, diriwayatkan juga oleh Ahmad. Disahihkan Al Bani dalam Ash Shahihah No.284 dan 751). Dalam riwayat Bukhari dan Muslim dari Abdillah bin amr bin Al ‘Ash radhiallahu ‘anhuma disebutkan : “Sesungguhnya sebaik-baik kalian ialah yang terbaik akhlaknya.”
KEUTAMAAN AKHLAK
Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu mengabarkan bahwa suatu saat rashulullah pernah ditanya tentang kriteria orang yang paling banyak masuk syurga. Beliau shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab : “Taqwa kepada Allah dan Akhlak yang Baik.” (Hadits Shahih Riwayat Tirmidzi, juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad. Lihat Riyadus Sholihin no.627, tahqiq Rabbah dan Daqqaq).
Tatkala Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menasehati sahabatnya, beliau shalallahu ‘alahi wasallam menggandengkan antara nasehat untuk bertaqwa dengan nasehat untuk bergaul/berakhlak yang baik kepada manusia sebagaimana hadits dari abi dzar, ia berkata bahwa rashulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Bertaqwalah kepada Allah dimanapun engkau berada dan balaslah perbuatan buruk dengan perbuatan baik niscaya kebaikan itu akan menutupi kejelekan dan bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang baik.” (HR Tirmidzi, ia berkata: hadits hasan, dan dishahihkan oleh syaikh Al Salim Al Hilali).
Dalam timbangan (mizan) amal pada hari kiamat tidak ada yang lebih berat dari pada aklak yang baik, sebagaimana sabda rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam : “ Sesuatu yang paling berat dalam mizan (timbangan seorang hamba) adalah akhlak yang baik.” (HR. Abu Daud dan Ahmad, dishahihkan Al Bani. Lihat ash Shahihah Juz 2 hal 535). Juga sabda beliau : “ Sesungguhnya sesuatu yang paling utama dalam mizan (timbangan) pada hari kiamat adalah akhlak yang baik.” (HR. Ahmad, dishahihkan al Bani. Lihat Ash Shahihah juz 2 hal.535).
Dari Jabir radhiallahu ‘anhu berkata : Rashulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya orang yang paling saya kasihi dan yang paling dekat padaku majelisnya di hari kiamat ialah yang terbaik budi pekertinya.” (HR. Tirmidzi dengan sanad hasan. Diriwayatkan juga oleh Ahmad dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban. Lihat Ash shahihah Juz 2 hal 418-419).
Dari hadits-hadits di atas dapat dipahami bahwa akhlak yang paling baik memiliki keutamaan yang tinggi. Karena itu sudah sepantasnya setiap muslimah mengambilakhlak yang baik sebagai perhiasannya. Yang perlu diingat bahwa ukuran baik atau buruk suatu akhlak bukan ditimbang menurut selera individu, bukan pula hitam putih akhlak itu menurut ukuran adat yang dibuat manusia. Karena boleh jadi, yang dianggap baik oleh adat bernilai jelek menurut timbangan syari’at atau sebaliknya.
Jelas bagi kita bahwa semuanya berpatokan pada syari’at, dalam semua masalah termasuk akhlak. Allah sebagai Pembuat syari’at ini, Maha Tahu dengan keluasan ilmu-Nya apa yang mendatangkan kemashlahatan/kebaikan bagi hamba-hamba-Nya. Wallahu Ta’ala a’lam.