Rabu, 23 September 2009

JARINGAN PEER TO PEER

PERCOBAAN IV
JARINGAN PEER TO PEER

I. TUJUAN
9 Membangun jaringan peer to peer (2 komputer)
9 Membangun jaringan peer to peer (> 2 komputer)
II. ALAT DAN BAHAN
9 PC > 2 buah
9 Kabel UTP (Straight dan Cross)
9 Hub / Switch
III. DASAR TEORI
1. IP Address
IP address terdiri dari bilangan biner 32 bit yang dipisahkan oleh tanda titik setiap
8 bitnya. Tiap 8 bit ini disebut sebagai oktet. Bentuk IP address dapat dituliskan sebagai
berikut :
xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx
Jadi IP address ini mempunyai range dari
00000000.00000000.00000000.00000000
sampai 11111111.11111111.11111111.11111111. Notasi IP address dengan bilangan
biner seperti ini susah untuk digunakan, sehingga sering ditulis dalam 4 bilangan desimal
yang masing-masing dipisahkan oleh 4 buah titik yang lebih dikenal dengan “notasi
desimal bertitik”. Setiap bilangan desimal merupakan nilai dari satu oktet IP address.
Contoh hubungan suatu IP address dalam format biner dan desimal :

Format IP Address

2. Pembagian Kelas IP Address
Jumlah IP address yang tersedia secara teoritis adalah 255x255x255x255 atau
sekitar 4 milyar lebih yang harus dibagikan ke seluruh pengguna jaringan internet di
Desimal
Biner
167 205 206 100
10100111 11001101 11001110 01100100seluruh dunia. Pembagian kelas-kelas ini ditujukan untuk mempermudah alokasi IP
Address, baik untuk host/jaringan tertentu atau untuk keperluan tertentu.
IP Address dapat dipisahkan menjadi 2 bagian, yakni bagian network (net ID) dan
bagian host (host ID). Net ID berperan dalam identifikasi suatu network dari network yang
lain, sedangkan host ID berperan untuk identifikasi host dalam suatu network. Jadi, seluruh
host yang tersambung dalam jaringan yang sama memiliki net ID yang sama. Sebagian
dari bit-bit bagian awal dari IP Address merupakan network bit/network number,
sedangkan sisanya untuk host. Garis pemisah antara bagian network dan host tidak tetap,
bergantung kepada kelas network. IP address dibagi ke dalam lima kelas, yaitu kelas A,
kelas B, kelas C, kelas D dan kelas E. Perbedaan tiap kelas adalah pada ukuran dan
jumlahnya. Contohnya IP kelas A dipakai oleh sedikit jaringan namun jumlah host yang
dapat ditampung oleh tiap jaringan sangat besar. Kelas D dan E tidak digunakan secara
umum, kelas D digunakan bagi jaringan multicast dan kelas E untuk keprluan
eksperimental. Perangkat lunak Internet Protocol menentukan pembagian jenis kelas ini
dengan menguji beberapa bit pertama dari IP Address. Penentuan kelas ini dilakukan

dengan cara berikut :
ƒ Bit pertama IP address kelas A adalah 0, dengan panjang net ID 8 bit dan panjang
host ID 24 bit. Jadi byte pertama IP address kelas A mempunyai range dari 0-127.
Jadi pada kelas A terdapat 127 network dengan tiap network dapat menampung
sekitar 16 juta host (255x255x255). IP address kelas A diberikan untuk jaringan
dengan jumlah host yang sangat besar, IP kelas ini dapat dilukiskan pada gambar
berikut ini:

0-127 0-255 0-255 0-255
0nnnnnnn hhhhhhhh hhhhhhhh hhhhhhhh
Bit-bit Network Bit-bit Host

IP address kelas A
ƒ Dua bit IP address kelas B selalu diset 10 sehingga byte pertamanya selalu bernilai
antara 128-191. Network ID adalah 16 bit pertama dan 16 bit sisanya adalah host ID
sehingga kalau ada komputer mempunyai IP address 167.205.26.161, network ID =
167.205 dan host ID = 26.161. Pada. IP address kelas B ini mempunyai range IP dari 128.0.xxx.xxx sampai 191.155.xxx.xxx, yakni berjumlah 65.255 network dengan
jumlah host tiap network 255 x 255 host atau sekitar 65 ribu host.

128-191 0-255 0-255 0-255
10nnnnnn nnnnnnnn hhhhhhhh hhhhhhhh
Bit-bit Network Bit-bit Host

IP address kelas B
ƒ IP address kelas C mulanya digunakan untuk jaringan berukuran kecil seperti LAN.
Tiga bit pertama IP address kelas C selalu diset 111. Network ID terdiri dari 24 bit dan
host ID 8 bit sisanya sehingga dapat terbentuk sekitar 2 juta network dengan masing-
masing network memiliki 256 host.

192-223 0-255 0-255 0-255
110nnnnn nnnnnnnn nnnnnnnn hhhhhhhh
Bit-bit Network Bit-bit Host

IP address kelas C
ƒ IP address kelas D digunakan untuk keperluan multicasting. 4 bit pertama IP address
kelas D selalu diset 1110 sehingga byte pertamanya berkisar antara 224-247,
sedangkan bit-bit berikutnya diatur sesuai keperluan multicast group yang
menggunakan IP address ini. Dalam multicasting tidak dikenal istilah network ID dan
host ID.
ƒ IP address kelas E tidak diperuntukkan untuk keperluan umum. 4 bit pertama IP
address kelas ini diset 1111 sehingga byte pertamanya berkisar antara 248-255.
Sebagai tambahan dikenal juga istilah Network Prefix, yang digunakan untuk IP
address yang menunjuk bagian jaringan.Penulisan network prefix adalah dengan tanda
slash “/” yang diikuti angka yang menunjukkan panjang network prefix ini dalam bit. Misal
untuk menunjuk satu network kelas B 167.205.xxx.xxx digunakan penulisan 167.205/16.
Angka 16 ini merupakan panjang bit untuk network prefix kelas B.
3. Aturan Dasar Pemilihan network ID dan host ID
Berikut adalah aturan-aturan dasar dalam menentukan network ID dan host ID
yang digunakan :
ƒ Network ID tidak boleh sama dengan 127
Network ID 127 secara default digunakan sebagai alamat loopback yakni IP address
yang digunakan oleh suatu komputer untuk menunjuk dirinya sendiri.
ƒ Network ID dan host ID tidak boleh sama dengan 255
Network ID atau host ID 255 akan diartikan sebagai alamat broadcast. ID ini
merupakan alamat yang mewakili seluruh jaringan.
ƒ Network ID dan host ID tidak boleh sama dengan 0
IP address dengan host ID 0 diartikan sebagai alamat network. Alamat network
digunakan untuk menunjuk suatu jaringn bukan suatu host.
ƒ Host ID harus unik dalam suatu network.
Dalam suatu network tidak boleh ada dua host yang memiliki host ID yang sama.
4. Jaringan peer to peer
P2P merupakan singkatan dari Peer-to-Peer (bahasa Inggris) atau teknologi dari
“ujung” ke “ujung” pertama kali di luncurkan dan dipopulerkan oleh aplikasi-aplikasi
“berbagi-berkas” (file sharing) seperti Napster dan KaZaA. Pada konteks ini teknologi
P2P memungkinkan para pengguna untuk berbagi, mencari dan mengunduh berkas.
Sistem P2P yang sebenarnya adalah suatu sistem yang tidak hanya
menghubungkan “ujung” satu dengan lainnya, namun ujung-ujung ini saling
berhubungan secara dinamis dan berpartisipasi dalam mengarahkan lalulintas
komunikasi informasi-, pemrosesan-, dan penugasan pembagian bandwidht yang
intensif, dimana bila sistem ini tidak ada, tugas-tugas ini biasanya diemban oleh server
pusat.
Aplikasi P2P yang sebenarnya memerlukan satuan tim-tim kecil dengan ide
cemerlang untuk mengembangkan perangkat lunak dan bisnis-bisnis yang mungkin
dilakukan oleh perangkat tersebut – dan mungkin saja bisa membuat perusahaan
besar yang sudah ada gulung tikar. P2P yang sebenarnya, bila diaplikasikan pada
pasar yang sudah matang dan stabil adalah teknologi yang "mengganggu". Ide mengenai konsep ini muncul kira-kira pada akhir dekade 1980-an, ketika
jaringan komputer dan tentunya juga komputer telah mulai masuk ke dalam salah satu
barang wajib dalam perusahaan, baik itu perusahaan kecil maupun besar. Tetapi,
arsitektur ini berkembang dalam jaringan yang terlalu kecil untuk memiliki sebuah
server yang terdedikasi, sehingga setiap komputer klien pun menyediakan layanan
untuk berbagi data untuk melakukan kolaborasi antara pengguna.
Jaringan peer-to-peer pun mulai banyak digemari ketika Microsoft merilis sistem
operasi Windows for Workgroups, meski sebelumnya sistem operasi MS-DOS (atau
IBM PC-DOS) dengan perangkat MS-NET (atau PC-NET) juga dapat digunakan untuk
tujuan ini. Karakteristik kunci jaringan tersebut adalah dalam jaringan ini tidak terdapat
sebuah server pusat yang mengatur klien-klien, karena memang setiap komputer
bertindak sebagai server untuk komputer klien lainnya. Sistem keamanan yang
ditawarkan oleh metode ini terbilang lebih rendah dibandingkan dengan metode
klien/server dan manajemen terhadapnya pun menjadi relatif lebih rumit.
Konsep ini pun kemudian berevolusi pada beberapa tahun terakhir, khususnya
ketika jaringan Internet menjadi jaringan yang sangat besar. Hal ini mulai muncul kira-
kira pada akhir dekade 1990-an, di saat banyak pengguna Internet mengunduh
banyak berkas musik mp3 dengan menggunakan metode peer-to-peer dengan
menggunakan program Napster yang menuai kritik pedas dari industri musik, seperti
halnya Metallica dan banyak lainnya. Napster, pada saat dituntut oleh para pekerja
industri musik, dikatakan memiliki anggota lebih dari 20 juta pengguna di seluruh
dunia. Selanjutnya beberapa aplikasi juga dibuat dengan menggunakan konsep ini:
eDonkey, Kazaa, BitTorrent, dan masih banyak lainnya. Meski banyak aplikasi peer-to-
peer ini digunakan oleh pengguna rumahan, ternyata sistem ini juga diminati oleh
banyak perusahaan juga.
Topologi Peer-to-peer Network
Peer artinya rekan sekerja. Peer-to-peer network adalah jaringan komputer yang terdiri
dari beberapa komputer (biasanya tidak lebih dari 10 komputer dengan 1-2 printer). Dalam
sistem jaringan ini yang diutamakan adalah penggunaan program, data dan printer secara
bersama-sama. Pemakai komputer bernama Dona dapat memakai program yang
dipasang di komputer Dino, dan mereka berdua dapat mencetak ke printer yang sama
pada saat yang bersamaan. Switch
Sistem jaringan ini juga dapat dipakai di rumah. Pemakai komputer yang memiliki
komputer ‘kuno’, misalnya AT, dan ingin memberli komputer baru, katakanlah Pentium II,
tidak perlu membuang komputer lamanya. Ia cukup memasang netword card di kedua
komputernya kemudian dihubungkan dengan kabel yang khusus digunakan untuk sistem
jaringan. Dibandingkan dengan ketiga cara diatas, sistem jaringan ini lebih sederhana
sehingga lebih mudah dipejari dan dipakai.
5. Peralatan Jaringan
Ada beberapa peralatan yang digunakan dalam instalasi networking,
diantaranya adalah :
1. Kabel UTP












2. Soket RJ-45
3. Hub atau Switch



4. Tang Crimping



Susunan kabel

Digunakan untuk
memotong
Digunakan untuk
mengupas
Warna Urutan Warna
Putih Orange 1 Putih Orange
Orange 2 Orange
Putih Hijau 3 Putih Hijau
Biru 4 Biru
Putih Biru 5 Putih Biru
Hijau 6 Hijau
Putih Coklat 7 Putih Coklat
Coklat 8 Coklat

Susunan kabel straight


Warna Urutan Warna
Putih Orange 1 Putih Hijau
Orange 2 Hijau
Putih Hijau 3 Putih Orange
Biru 4 Biru
Putih Biru 5 Putih Biru
Hijau 6 Orange
Putih Coklat 7 Putih Coklat
Coklat 8 Coklat

Susunan kabel cross
Kabel straight digunakan untuk jaringan yang menggunakan hub / switch, sedangkan kabel
cross digunakan untuk jaringan peer to peer atau koneksi langsung antar dua buah device
jaringan, misal: komputer to komputer atau hub to hub.
IV. PROSEDUR PERCOBAAN
A. Langkah jaringan peer to peer, atau menggunakan HUB dengan OS yang
sama:
1. Memastikan hardware jaringan NIC sudah terinstal.
2. Memasang kabel cross antara 2 komputer.
3. Mengecek kabel apakah sudah terpasang ataukah belum, apabila sudah
terpasang akan tampil icon tray seperti pada gambar berikut :

4. Mengeset IP Address dengan cara : klik kanan pada tray icon lalu klik
Status

5. Lalu akan muncul kotak dialog untuk yang menampilkan speed koneksi
dari NIC, seperti pada gambar berikut.

6. Lalu klik button properties, kemudian akan muncul kotak dialog tempat
mengatur konfigurasi NIC. Seperti pada gambar berikut.

terconnect Tidak terconnect 7. Mengeset IP Address, dengan cara pada kotak dialog tersebut klik
Internet Protocol(TCP/IP) kemudian klik button properties, atau double
klik pada Internet Protocol(TCP/IP) tersebut. Lalu akan muncul kotak
dialog tempat mengeset IP Address, seperti pada gambar berikut.

8. Isikan IP Address pada kolom IP Address dan Subnet mask pada kolom
Subnet Mask, setelah mengisikan IP Address lalu klik OK, kemudian test
koneksi jaringan tersebut dengan cara:
a) Buka DOS, dengan cara klik START - ALL PROGRAM –
ACCESSORIES – COMMAND PROMPT atau dengan cara klik
START – RUN lalu ketikkan cmd.
b) Kemudian setelah Command Prompt terbuka ketikkan perintah
ping xxx.xxx.xxx.xxx. xxx.xxx.xxx.xxx di sini adalah IP Address
komputer lain yang terhubung dengan komputer kita, misal :
192.168.1.1.
9. Mengulangi langkah ke 4 sampai dengan ke 8 untuk masing – masing IP
Address untuk melengkapi tabel berikut :
Komputer1 Komputer2 Test ping Hasil Keterangan
192.168.0.1 192.168.0.2
192.168.0.1 192.168.1.1
192.168.1.0 192.168.1.1
192.168.1.2 192.168.1.3
10. Mensharing sebuah file, folder, atau hard drive dengan cara :
a) Klik kanan pada folder atau hard drive yang akan di sharing,
kemudian pilih sharing and security... , seperti pada gambar
berikut :

b) Kemudian akan muncul kotak dialog sebagai berikut :

Kemudian pada kolom share name isikan nama file untuk
tampilan di komputer yang satunya, kemudian pada kolom
comment untuk mengisi komentar dari folder yang di – share
tadi. Untuk mengeset hak akses untuk user yang mengakses file
yang akan di – share nanti klik tombol permission lalu isikan user
siapa saja yang diijinkan. Lalu klik Apply lalu OK. c) Pada file yang sudah di – share dan belum di – share terdapat
perbedaan pada tampilan iconnya, yaitu terdapat tanda tangan di
bawah icon folder yang sudah di – share. Seperti pada gambar
berikut.

B. Langkah jaringan peer to peer, atau menggunakan HUB dengan OS
Windows XP dan Windows 98:
1. Memasang kabel straight antara hub dan 5 buah client yang mempunyai
sistem operasi Windows XP dan Windows 98.
2. Setting Jaringan Untuk Windows XP
Untuk setting jaringan di Windows XP sama dengan langkah pada
poin A pada langkah 4 sampi dengan langkah 8, dan langkah 10 untuk
share file pada Windows XP.
3. Setting Jaringan Untuk Windows 98
a. Klik kanan pada icon Network Neighbourhood lalu pilih Properties.

b. Kemudian akan muncul kotak dialog tempat konfigurasi untuk NIC
(Network Interface Card), yang di situ terdapat untuk konfigurasi
Sharing file, pengaturan jenis protocol yang akan digunakan, vendor
dan jenis dari NIC yang sedang digunakan sekarang, seperti terlihat
pada gambar berikut

c. Kemudian pilih TCP/IP(Internet Protocol) kemudian klik button
Properties, akan muncul kotak dialog untuk mengisikan IP Address,
Subnet mask, DNS, WINS, Net BIOS dan Gateway. Tetapi yang
digunakan disini hanyalah IP Address dan Subnet Mask saja. Setelah kotak dialog untuk mengisikan IP ddress muncul, pilih radio button
Specify an IP Address untuk mengisikan IP address dan Subnet
Mask secara manual, Isikan IP address sesuai dengan urutan PC,
untuk Network ID yang sama dan Host ID yang berbeda, agar semua
PC dapat berhubungan, dapat dilihat pada gambar berikut:

d. Setelah diisikan lalu klik OK, kemudian akan muncul kotak dialog
bahwa komputer minta restart, ini karena pada setiap perubahan
konfigurasi untuk Windows 98 membutuhkan restart untuk
mendapatkan perubahan, lalu klik Yes, seperti pada gambar berikut :

Kemudian komputer akan restart.
e. Setelah komputer log on kembali, lalu cek hasil konfigurasi dengan
cara :
1. Menggunakan perintah winipcfg
a. Jalankan Start – Run, ketikkan perintah winipcfg
b. Kemudian akan muncul kotak dialog hasil konfigurasi dari NIC
yang telah dilakukan tadi, seperti pada gambar berikut :

2. Menggunakan perintah ipconfig
a. Jalankan Start – Run, ketikkan perintah command
b. Kemudian ketikkan perintah ipconfig, lalu akan muncul
tampilan konfigurasi IP Address yang telah dikonfigurasi tadi.

4. Sharing File di Windows 98
a. Klik kanan pada file, forlder, ataupun drive yang akan
dishare, lalu pilih Sharing...
b. Ketikkan untuk nama file yang akan disharing pada tab
Shared As, untuk tampilan pada komputer host, Lalu klik
OK.


Untuk pilihan kedua yaitu : I want to be able to allow
others to print to my printer(s), ini digunakan untuk
menshare / membagi printer kita, maksudnya agar
komputer guest dapat menggunakan printer yang ada pada
komputer host, tetapi printer host juga harus di sharing
terlebih dahulu, dengan cara: c. Klik kanan pada printer yang akan di sharing, lalu klik
Sharing...
d. Ketikkan nama untuk printer yang akan di share, lalu klik
OK.

V. ANALISA DATA DAN HASIL PERCOBAAN
Komputer1 Komputer2 Test ping Hasil Keterangan
192.168.0.1 192.168.0.2 connect connect Replay from..
192.168.0.1 192.168.1.1 No connect No connect Unreachable ..
192.168.1.0 192.168.1.1 No connect No connect
IP Address tidak
dapat di set
192.168.1.2 192.168.1.3 connect connect Replay from

9 Untuk percobaan nomor 1 apabila perintah ping diketikkan maka akan tampil
pesan pada Command Prompt yaitu :

Ini dikarenakan Network ID dari kedua IP Address tersebut sama sedangkan
untuk Host ID nya berbeda, apabila Host ID sama maka akan terjadi IP Conflict
9 Untuk percobaan nomor 2 apabila dilakukan perintah ping maka akan tampil
pesan pada Command Prompt yaitu :
Ini dikarenakan kedua IP tersebut menggunakan Network ID yang berbeda.
9 Untuk percobaan nomor 3 IP Address 192.168.1.0 tidak dapat diset ini
dikarenakan IP Address ini adalah IP Network, sehingga akan tampil messages
box seperti pada gambar berikut :

9 Untuk percobaan nomor 4 sama hasilnya dengan percobaan nomor 1.
9 Untuk hasil percobaan mensharing file, untuk mencobanya yaitu dengan
langkah : Membuka windows explorer, kemudian masuk pada My Network
Places, kemudian kalau sudah berhasil maka pada komputer satunya akan
tampil file – file yang sudah kita sharing tadi.
VI. KESIMPULAN
1. Koneksi antar dua komputer dapat dilakukan dengan menggunakan kabel cross,
dengan konfigurasi sebagai berikut :

Warna Urutan Warna
Putih Orange 1 Putih Hijau
Orange 2 Hijau
Putih Hijau 3 Putih Orange
Biru 4 Biru
Putih Biru 5 Putih Biru Workstation Workstation
Workstation
Workstation
Central node
(consentrator)
File Server
Hijau 6 Orange
Putih Coklat 7 Putih Coklat
Coklat 8 Coklat

Yaitu pin RX pada komputer 1 akan tersambung dengan pin TX pada komputer 2,
begitu pula sebaliknya pin RX pada komputer 2 akan tersambung dengan pin TX pada
komputer 2, sehingga komputer dapat berkomunikasi secara langsung. Kabel cross ini
juga dapat digunakan untuk menyambung hardware jaringan yang lain, seperti Hub,
Switch dll.

2. Kabel straight digunakan apabila koneksi delakukan antara komputer dengan
mode client – server, ataupun mode biasa tetapi yang menggunakan hardware
jaringan berupa hub atau switch, seperti pada gambar berikut.







3. Keuntungan &kesulitan peer to peer
Keuntungan :
Desentralisasi jaringan P2P memiliki keuntungan yang lebih dibandingkan dengan
jaringan klien-server tradisional. Jaringan P2P menyeimbangkan diri secara terus
menerus tanpa menambah waktu pencarian alamat panggilan dan tanpa harus
menggunakan suatu sumber-sumber terpusat. Mereka memanfaatkan mesin –
mesin perangkat yang digunakan pengguna-akhir (end users) karena sumber-
sumber ini selalu berjalan ke arah proporsi tujuan jaringan. Setiap penambahan
ujung baru pada jaringan menambah potensi lebih pemrosesan yang lebih kuat
dan bandwith yang lebih besar untuk jaringan tersebut. Ditambah lagi, karena
sumber-sumbernya terdesentralisasi, generasi kedua (2G) dari jaringan P2P telah
berhasil secara virtual mengeliminasi seluruh biaya yang berhubungan dengan
infrastruktur terpusat yang besar. Kesulitan:
Pada penerapan teknologi telephony P2P dimana Telephony berbasis internet –
VoIP (Voice over IP : suara melalui protokol internet) telah ada selama bertahun-
tahun namun tidak pernah menyentuh pasar besar karena: • Kualitas yang buruk
dari produk-produk yang jelas-jelas menguntungkan dari segi biaya (jauh lebih
hemat) dibandingkan dari penggunaan telepon biasa.
• Frekuensi keberhasilan panggilan telpon rendah karena terhalang oleh firewall-
firewall dan penggunakan NAT (Network Address Translation) atau pencarian
jaringan yang dituju, dimana hal ini menyebabkan 50% komputer-komputer rumah
gagal terhubung dengan perangkat lunak VoIP tradisional).
• Penggunaan dan pemasangan perangkat lunak ini penuh dijejali oleh berbagai
hal dan membutuhkan konfigurasi yang tidak mudah dan sedikit kemampuan
teknis. Pemusatan aktifitas dapat menyelesaikan beberapa kesulitan ini dengan
mengarahkan panggilan melalui firewall-firewall dan NAT yang ada. Namun, bila
ada pemusatan maka biaya untuk menjalankan jaringan menjadi naik mendekati
jumlah biaya yang dikenakan jaringan telpon yang sudah ada. Sebagai tambahan,
biaya ini bertambah secara proporsional sebanding dengan bertambahnya
pengguna. Dampaknya perusahaan-perusahaan yang mengoperasikan jasa ini
biasanya mengalokasikan sumberdaya yang sedikit pada servernya untuk satuan
pengguna, dimana hal ini secara serius mengurangi kualitas panggilan.






Ahmad Mujibur

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation.

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Copyright @ 2013 Jib News.